Peserta debat Smanda Olympic 2025. | Nathania Shakira
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lomba debat Smanda Olympic 2025 gelaran OSIS SMAN 2 Bandar Lampung diapresiasi sejumlah pihak.
Smanda Olympic masih rangkaian HUT ke-60 SMAN 2 Bandar Lampung. Pembukaan Smanda Olympic sudah dilakukan Jumat kemarin, 19/9/2025, di Gedung Serbaguna (GSG).
Lomba debat dilakukan di lingkungan sekolah yang meliputi satu ruang utama, satu ruang penjurian, dan enam ruang debat.
Meliana, guru Bahasa Indonesia sekaligus pendamping SMAN 2 Bandar Lampung, menilai lomba ini menjadi terobosan baru setelah sebelumnya cabang sastra yang ditampilkan hanya berupa lomba puisi.
Menurutnya, kehadiran lomba debat dapat menjadi sarana penting untuk melatih siswa berpikir kritis.
Kata dia, selama beberapa kali Smanda Olympic, lomba debat ini baru pertama kali diadakan.
Sebelumnya, untuk cabang sastra hanya ada lomba puisi. Jadi, dengan adanya lomba ini siswa bisa lebih terlatih berpikir kritis.
Meski baru pertama kali digelar, antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat 13 tim berkompetisi, masing-masing beranggotakan tiga siswa.
Peserta berasal dari SMA Al Kautsar (2 tim), SMAN 9 Bandar Lampung (4 tim), SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro (4 tim), BPK Penabur Bandar Lampung (1 tim), SMA Negeri 14 Bandar Lampung (1 tim), dan Sekolah Tunas Mekar Indonesia (1 tim).
Meskipun terdapat beberapa peserta yang mengundurkan diri, hal itu tidak menyurutkan semangat jalannya perlombaan.
Meliana mengakui awalnya terdapat kebingungan dalam penyelenggaraan. Namun, berkat referensi dari ajang debat lain, pelaksanaan dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Tantangannya memang ada di kebingungan awal karena baru pertama kali. Tapi setelah melihat referensi dari lomba debat yang sudah ada, kami jadi tahu seperti apa teknis pelaksanaannya,” tuturnya.
Dari sisi pendampingan, ia menilai siswa sudah cukup mandiri dalam persiapan.
“Alhamdulillah anak-anak sudah cukup mandiri. Jadi bapak/ibu pendamping hanya membantu teknis saja, tidak ada peran khusus,” jelasnya.
Meliana berharap ajang ini tidak hanya berhenti di momen Smanda Olympic, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi kegiatan ekstrakurikuler debat di sekolah. [Nathania Shakira]

Tinggalkan Komentar Anda