Sendratari Belasah Kepampang
Wartalampung.id, Jakarta – Delegasi Duta Bahasa Provinsi Lampung, M. Azra Lilam Putra dan Putri Ayu Lestari, menampilkan kreativitas seni budaya daerah melalui sendratari berjudul “Belasah Kepampang” pada sesi unjuk bakat Duta Bahasa Nasional 2025 di Jakarta, Kamis, 11/9/2025.
Sendratari ini mengangkat cerita rakyat Lampung tentang pohon ajaib yang memiliki dua cabang dengan kekuatan berbeda: satu cabang dapat menimbulkan luka, sementara cabang lainnya berfungsi sebagai obat penawar.
Dalam pementasan, Puyu, sapaan akrab Putri Ayu Lestari, berperan sebagai anggota suku Tumi yang mensakralkan pohon tersebut, sementara Azra menjadi utusan dari Kagaruyung yang ingin menguasai tanah dan pohon sakral itu.
Keunikan penampilan mereka terletak pada perpaduan berbagai unsur seni. Selain dialog dan tarian, keduanya menghadirkan musik tradisional secara langsung.
Azra memainkan rebana, sementara Puyu memainkan canang. Menariknya, seluruh musik latar yang digunakan bukan berasal dari rekaman ataupun alat musik luar, melainkan murni mereka bawakan sendiri di atas panggung.
Tak hanya itu, mereka juga menyelipkan sastra lisan khas Lampung seperti wawancan dan ringget.
Pementasan ditutup dengan improvisasi dramatis: Puyu digambarkan gugur di tangan lawannya, lalu diseret keluar panggung dalam keadaan tak berdaya.
Aksi teatrikal ini berhasil mengejutkan penonton dan membuat tepuk tangan meriah memenuhi ruangan.
“Rata-rata delegasi lain selesai tampil langsung menutup dengan salam. Kami ingin berbeda, sehingga penampilan kami tetap hidup sampai keluar panggung,” jelas Puyu kepada wartalampung.id hari ini lewat wawancara via daring.
Dengan durasi sekitar enam menit, penampilan mereka berhasil memukau dewan juri dan peserta dari provinsi lain.
Melalui sendratari ini, delegasi Lampung menunjukkan bahwa bahasa dan sastra dapat berpadu indah dengan seni pertunjukan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Lampung ke panggung nasional.
Dalam ajang ini, Azra dan Puyu sukses meraih pemenang harapan I atau masuk 7 besar. Untuk Lampung. Ini prestasi yang membanggakan. Sebab, dalam beberapa kali pemilihan Duta Bahasa Nasional, delegasi Lampung jarang masuk 10 besar.
Azra adalah mahasiswa Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia, sedangkan Puyu mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Unila. [Delima Kurnia B]

Tinggalkan Komentar Anda