Nusantara

Wakil Lampung Azra-Puyu Harapan I Duta Bahasa Nasional 2025, Unjuk Bahasa Inggris dan Korea plus Gim Jelajah Bastera

Wakil Lampung Azra-Puyu Harapan I Duta Bahasa Nasional 2025, Unjuk Bahasa Inggris dan Korea plus Gim Jelajah Bastera

Azra dan Puyu usai terpilih harapan I Duta Bahasa Nasional 2025. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Delegasi Duta Bahasa Provinsi Lampung, M. Azra Lilam Putra dan Putri Ayu Lestari, terpilih sebagai pemenang harapan I Duta Bahasa Nasional 2025 yang berlangsung sejak 8–12 September di Jakarta.

Azra adalah mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia dan Puyu, sapaan akrab Putri Ayu Lestarik, adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Unila.

Perjalanan mereka diawali dengan pembekalan daring pada 19–21 Agustus 2025.

Dalam sesi tersebut, para finalis mendapat materi tentang sejarah Duta Bahasa, pengetahuan kebahasaan, serta penjelasan mekanisme penilaian yang akan dijalani di tingkat nasional.

Setibanya di Jakarta, pada hari pertama (8 September), Azra dan Puyu menjalani registrasi administrasi, pengumpulan berkas, serta sesi pengambilan foto dan video profil sebagai bahan penilaian juara favorit yang ditentukan melalui sistem like dan komentar di media sosial.

Malam harinya, seluruh finalis mengikuti pembukaan Duta Bahasa Nasional yang resmi dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, beserta 30 delegasi dari berbagai provinsi lainnya di Indonesia.

Pada momen itu pula dilakukan pengundian nomor urut dan tema penilaian wicara publik.

Lampung mendapat nomor urut kedua dengan tema “Cerdas dan Santun Berbahasa di Era Digital.”

Seusai undian, para finalis menjalani briefing teknis, latihan untuk penampilan malam puncak, serta perkenalan dengan dewan juri. Selama di Jakarta, Azra dan Puyu sekamar dengan delegasi dari Provinsi Gorontalo.

Penilaian demi penilaian dijalani intensif, mulai dari wicara publik, penilaian bahasa asing, hingga penampilan bakat.

Dalam sesi bahasa asing, Azra memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris, sementara Puyu menambahkan pengantar dengan bahasa Korea.

Keduanya juga unjuk kreativitas dalam penampilan bakat lewat sendratari ”Belasah Kepampang” yang menggabungkan tari, musik tradisional, hingga sastra lisan Lampung.

Selain itu, mereka turut mempresentasikan hasil krida kebahasaan berupa aplikasi gim edukasi Jelajah Bastera yang dirancang untuk meningkatkan literasi bahasa dengan cara interaktif.

Inovasi ini semakin menguatkan peran Lampung dalam menyumbang gagasan kreatif di ajang nasional.

Tidak hanya lomba, kebersamaan antarprovinsi juga menjadi momen berharga. Delegasi Lampung sempat bertukar suvenir khas daerah dengan finalis lain serta berkunjung ke Galeri Nasional Indonesia.

“Hal yang paling berkesan itu bisa ketemu, menambah relasi, mengenal budaya dan latar belakang yang berbeda dari provinsi lain,” ujar Puyu.

Sepakat dengan itu, Azra menambahkan bahwa ia merasa ingin meminta waktu lebih agar bisa lebih mengenal dan dekat dengan para finalis.

Puncaknya, Provinsi Lampung berhasil masuk sepuluh besar dan meraih posisi Harapan I Duta Bahasa Nasional 2025, sejajar dengan provinsi-provinsi unggulan lainnya. [Delima Kurnia/Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda