Nusantara

M Azra Lilam Putra dan Putri Ayu Lestari: Cerita Kesan, Tantangan, dan Harapan Duta Bahasa Nasional 2025

M Azra Lilam Putra dan Putri Ayu Lestari: Cerita Kesan, Tantangan, dan Harapan Duta Bahasa Nasional 2025

M Azra Lilam Putra dan Putri Ayu Lestari, pasangan Duta Bahasa Provinsi Lampung meraih pemenang harapan I (7 besar) pemilihan Duta Bahasa Nasional 2025. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Duta Bahasa Provinsi Lampung, M. Azra Lilam Putra dan Putri Ayu Lestari, berbagi cerita mengenai perjalanan mereka mengikuti ajang Duta Bahasa Nasional 2025 yang berlangsung di Jakarta pada 8-12 September lalu. Dalam ajang itu, mereka menjadi pemenang harapan I atau berada di posisi 7 besar.

Bagi Lampung, ini prestasi karena sudah lama pasangan Duta Bahasa dari Lampung tak pernah masuk 10 besar.

Kepada wartalampung.id hari ini lewat percakapan daring, Azra dan Puyu, sapaan akrab Putri Ayu Lestari, mengungkapkan kesan, tantangan, hingga harapan bagi generasi penerus Duta Bahasa.

Bagi Azra, salah satu pengalaman paling berkesan adalah kesempatan bertemu dengan delegasi dari 31 provinsi lain di Indonesia.

“Bisa menambah relasi, saling mengenal budaya, bahkan tukar-menukar suvenir antarprovinsi. Hubungan dan komunikasi yang terjalin itu sangat berharga,” ujarnya.

Sedangkan Puyu menambahkan bahwa interaksi dengan peserta lain bukan sekadar formalitas.

“Meski awalnya semua masih fokus dengan penilaian, menjelang akhir suasana semakin cair. Kami bisa ngobrol, bercanda, dan membangun persahabatan yang akan berlanjut meskipun acara usai,” katanya.

Meskipun penuh momen menyenangkan, keduanya juga menghadapi tantangan. Azra mengaku rasa gugup saat tampil di hadapan dewan juri dan delegasi lain menjadi tantangan terberat.

“Setiap provinsi punya persiapan matang. Rasanya sempat minder, tapi kami saling menguatkan. Prinsip kami: tampil maksimal, sisanya serahkan pada hasil,” jelasnya.

Sementara itu, Puyu menyebut tantangan lebih pada menempatkan diri di situasi formal.

“Saya orangnya ekspresif, tapi di ajang ini dituntut membawa nama provinsi. Jadi harus bisa menyeimbangkan antara jadi diri sendiri dengan menjaga profesionalitas,” ungkapnya.

Keduanya berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal bagi perwakilan Lampung berikutnya di ajang nasional.

Azra menekankan pentingnya menikmati proses, bukan hanya mengejar hasil.

“Kalau tidak dinikmati, perjalanan akan terasa berat. Jadi, semoga Duta Bahasa 2026 bisa menjalaninya dengan semangat dan rasa syukur,” ujarnya.

Puyu menambahkan agar delegasi selanjutnya bisa lebih solid dalam persiapan.

“Kami melihat provinsi lain, seperti Bali, sangat matang dengan tim yang solid. Harapannya, Lampung bisa menyiapkan diri lebih baik sehingga bisa meraih hasil yang lebih tinggi lagi,” tutupnya.

Keikutsertaan Azra dan Puyu tak hanya mengharumkan nama Lampung, tetapi juga menunjukkan semangat generasi muda untuk terus menjaga dan memajukan bahasa serta budaya Indonesia di kancah nasional.

Azra merupakan mahasiswa semester II Sastra Inggris Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia. Sedangkan Puyu adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda