Bimbingan Teknis Implementasi Literasi Digital
Wartalampung.id, Seputih Jaya – Perwakilan tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS) SMK Negeri 1 Terbanggi Besar mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi Literasi Digital di aula SMA Negeri 1 Seputih Jaya pada Kamis, 4/09/2025. Tim ini terdiri delapan siswa dan dua guru pendamping.
Kegiatan ini bertajuk Bimbingan Teknis Implementasi Literasi Digital Pada Satuan Pendidikan Jenjang SMA dan SMK Negeri Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Tujuan acara ini untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya meningkatkan literasi digital dan membentuk kebiasaan literasi di sekolah terutama wilayah Lampung Tengah.
Acara ini diikuti oleh 30 kepala sekolah, 66 guru dan 174 siswa.
Turut hadir dan memberikan sambutan Kacabdin Pendidikan Wilayah VI, Hartati; Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Jhoni Effendi; Kepala Bidang Pembinaan SMA, Diona Katharina; dan Pemred helloindonesia, Herman Batin Mangku.
Dioana Katharina berkesempatan memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.
Ia menyoroti rendahnya angka melek aksara di Lampung terutama Lampung Tengah yang berada di posisi terendah.
Pemateri kegiatan literasi ini terdiri dari tiga orang yaitu Pemred Club, Kordinator Herman Batin Mangku (helloindonesia), Hendry Setiadi (swaralampung), dan Juniardi (Pemred Sinarlampung.co).
Materi literasi yang diberikan antara lain tentang cara membuat dan memublikasikan berita, feature, dan opini
Thomas Amirico, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, berkesempatan hadir di tengah acara dan memberikan pengarahan kepada para kepala sekolah dan guru agar berinovasi dan proaktif meningkatkan kesadaran literasi di sekolah.
Acara inti bimtek berlangsung sangat interaktif. Para siswa undangan aktif merespons materi yang disampaikan.
Meisya Putri Salsabila, siswa perwakilan SMK Negeri 1 Terbanggi Besar, melontarkan pertanyaan.
“Di masa sekarang atau kedepannya apakah perkembangan kecerdasan buatan artificial intelligence (AI) akan melemahkan peran jurnalis atau justru akan membantu pengembangan kerja jurnalistik, dan bagaimana jika kecerdasan buatan benar-benar melemahkan peran jurnalistik?” tanya Ketua OSIS SMKN 1 Terbanggi Besar ini.
Hendry Setiadi menjawab pertanyaan tersebut.
“Teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak boleh menggantikan peran jurnalis manusia karena hasil yang dihasilkan AI tidak mampu menyamai kualitas kerja jurnalistik,” jawabnya.
Acara selesai pukul 15.30 WIB. [Maya]

Tinggalkan Komentar Anda