Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono. | Sugiono
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan memasukkan materi kependudukan dalam kurikulum sekolah.
BKKBN juga berencana memasukkan materi kependudukan ke dalam kurikulum sekolah guna mengedukasi generasi muda mengenai isu-isu kependudukan secara umum.
“Kami juga memiliki Akademi Keluarga yang mengajarkan berbagai persoalan penting dalam membangun rumah tangga, termasuk pengelolaan keuangan keluarga, perencanaan kelahiran, serta siklus hidup mulai dari seribu hari pertama kehidupan, balita, anak-anak, remaja, hingga lansia,” kata Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, Jumat, 29/8/2025 di Kafe Kiyo Jalan Pangeran Emir M Noer.
Rencana ini masih dalam tahap penyusunan, namun nantinya Akademi Keluarga akan menjadi panduan lengkap bagi mereka yang akan menikah, merencanakan kehamilan, melahirkan, dan mengelola keuangan keluarga secara efektif.
ia menjelaskan, BKKBN menyediakan layanan konseling bagi calon pasangan yang ingin berumah tangga tapi belum memiliki pekerjaan tetap.
ia juga menegaskan pentingnya edukasi, sosialisasi, dan pemahaman tentang risiko sebelum memasuki jenjang rumah tangga.
Menurut Budi, terdapat skala prioritas yang harus dipenuhi agar seseorang tidak kehilangan kontrol setelah menikah.
Hal ini penting karena ada risiko memiliki anak tanpa penghasilan dan waktu yang cukup untuk mengasuh, yang berpotensi menyebabkan anak terlantar, stunting, atau bahkan mengalami masalah kesehatan lainnya.
“Jika situasi tersebut sudah terjadi, harus ada solusi yang didampingi oleh konsultan,” ujarnya.
BKKBN pun menyediakan layanan konseling secara daring melalui sebuah super-app yang menyediakan berbagai layanan berbasis keluarga.
Membangun keluarga dan menyelesaikan masalah praktis terkait keluarga bukanlah hal mudah. Oleh karena itu, BKKBN menghadirkan psikolog yang siap memberikan layanan baik secara daring maupun di pusat-pusat konseling.
“Orang bisa bertanya dan mencari solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, karena setiap kasus pasti berbeda,” tambah Budi. [Sugiono]

Tinggalkan Komentar Anda