Nabila Nathania
Oleh Nabila Nathania, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Kotabumi (Umko)
Olahraga lari di era sekarang semakin banyak diminati banyak orang. Semenjak adanya covid-19 orang-orang berlomba-lomba untuk hidup lebih sehat.
Olahraga lari bukan hanya diminati kalangan selebriti, melainkan di semua kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan seseorang lanjut usia pun meminati olahraga lari.
Olahraga tersebut pun sangat mudah dilakukan dimana saja, tidak harus di lapangan besar lari di sekitaran rumah pun dapat dilakukan.
Banyak orang yang lebih memilih melaksanakan olahraga tersebut di tempat yang ramai di lapangan besar atau tempat-tempat khusus lari untuk menambah semangatnya melaksanakan bersama teman-teman.
Kini olahraga lari menjadi tren yang banyak diikuti anak muda untuk menyibukkan diri karena sedang mengalami hal hal tertentu.
Gaya berpakaian orang-orang pun bervariasi. Ada yang fashionable, mulai dari sepatu, celana, baju, topi, kacamata, dan tempat ponsel diperhatikan, bahkan bermerek. Ada juga yang menggunakan baju, celana, dan sepatu yang sederhana.
Ada beberapa orang yang lari hanya karena ingin mengunggah kegiatannya di media sosial. Lari urusan kedua.
Maka itu, ia memperhatikan benar semua pernak-pernik. Dari kaus, celana, topi, kacamata, kaus kaki, sepatu, dan lainnya.
Lari kini sedikit bergeser dari esensi menjaga kesehatan ke tren gaya hidup. Ia seolah menjadi pengejawantahan dari gaya hidup manusia modern yang lekat dengan olahraga dan gaya berpakaian dan berpenampilan.
Sesungguhnya, sehat tidak perlu mahal. Kita bisa melaksanakan olahraga yang tidak dibatasi tempat dan tidak mengeluarkan uang. Kita dapat melaksanakan olahraga lari secara konsisten dan merasakan manfaatnya. []

Tinggalkan Komentar Anda