Salica Arta Mercurry
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Salica Arta Mercurry mulai suka dengan dunia pageant saat ia SMP. Saat itu, ia sering melihat model-model yang tampil anggun di atas runway.
Dari situ ia mulai membayangkan bagaimana rasanya berdiri dengan percaya diri di depan banyak orang sambil membawa pesan penting. Seiring waktu, ia menyadari, dunia pageant bukan hanya soal penampilan luar, melainkan juga tentang karakter, nilai budaya, dan keberanian untuk berbicara.
Dari situlah Salica yakin, ini adalah wadah yang bisa menumbuhkan potensinya sekaligus membawa dampak positif untuk sekitar.
Salica termasuk salah satu talenta yang mengikuti pemilihan Putra Putri Lampung 2025. Baginya, mengikuti ajang Putra Putri Lampung itu prosesnya sangat berkesan dan penuh pelajaran.
Ia melewati tahap seleksi awal, masa karantina, talent show, hingga grand final. Di setiap proses itu, ia belajar tentang disiplin, cara berpikir strategis, dan bagaimana membawakan diri sebagai representasi daerah.
Meskipun tidak masuk ke Top 10, ia dipercaya menerima atribut sebagai Putri Media Sosial 2025. Itu menjadi bukti bahwa keberadaan dan kontribusinya tetap terlihat, khususnya dalam menyebarkan nilai-nilai positif dan semangat promosi budaya melalui platform digital.
”Saya bersyukur karena ini membuktikan bahwa setiap peran punya ruang untuk diakui bahkan di luar panggung utama,” ujarnya kepada wartalampung.id lewat pesan tertulis.
Bagi Salica, dunia pageant adalah ruang tumbuh. Di sini ia belajar lebih dari sekadar tampil cantik, tapi juga bagaimana berpikir kritis, menyampaikan ide dengan percaya diri, dan berani bersuara. bertemu banyak orang hebat, membangun relasi, dan belajar menghargai perbedaan.
”Saya pernah dihujat karena bentuk tubuh, tapi dunia pageant mengajarkan saya bahwa penerimaan diri dan keberanian justru adalah kekuatan utama. Saya bisa, meski dulu sempat diragukan.”
Pengalaman paling menarik buatnya selama aktif di dunia pageant adalah saat tampil catwalk di ruang publik sambil memperkenalkan diri.
Bukan cuma karena sorot mata orang-orang yang menatap, melainkan karena di momen itu ia benar-benar diuji.
”Saya sempat ragu dan minder.”
Tapi saat melangkah, semua perasaan gugup berubah jadi keberanian.
Salica sadar, ia tak perlu sempurna untuk bisa berdiri di sana. Ia hanya perlu yakin dan jujur dengan diri sendiri.
”Rasanya kayak titik balik, di mana saya mulai percaya bahwa saya juga bisa walaupun enggak selalu sesuai ekspektasi orang.”
Salica kini bekerja sebagai duta atau ambassador Paragon. Ia bercerita, mulai bergabung sebagai Beauty Advisor Wardah di bawah naungan PT Paragon karena ingin tetap produktif sambil kuliah.
Ternyata, lebih dari sekadar pekerjaan, ia malah merasa ikut membawa misi kebaikan.
Dari sana, ia belajar banyak bukan hanya soal kecantikan, melainkan juga bagaimana membangun kepercayaan diri.
Fokus pekerjaan Salica ada pada pelayanan langsung kepada konsumen, mulai dari memberikan edukasi seputar perawatan kulit dan make-up hingga membantu pemilihan shade produk yang sesuai under tone pelanggan.
Dunia kerja ini menuntutnya untuk memiliki pengetahuan produk yang kuat, komunikasi yang baik, dan sikap profesional dalam memberikan pelayanan.
Semua pengalaman ini bukan hanya mendukung pengembangan diri secara personal, melainkan juga sangat relevan dengan dunia pageant yang ia jalani.
”Penampilan, sikap, dan cara berinteraksi menjadi nilai penting,” kata dia.
Salica juga tetap mementingkan pendidikan. Baginya, pendidikan bukan hanya kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masa depan.
Di era sekarang, kemampuan saja belum cukup tanpa landasan pengetahuan yang kuat.
”Saya memilih kuliah di Universitas Terbuka karena sistemnya fleksibel, memungkinkan saya tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan dunia kerja,” kata dia.
Pendidikan, bagi Salica, adalah bekal jangka panjang. Ia membentuk pola pikir, membangun kedewasaan dalam mengambil keputusan, dan memperkuat posisi kita saat menghadapi tantangan zaman.
”Di tengah kesibukan saya sebagai pekerja dan finalis pageant, kuliah adalah bentuk komitmen saya untuk terus tumbuh,” ujarnya.
Salica memberikan saran untuk anak muda yang ingin bekerja.
Yang pertama jangan takut mencoba. Dunia kerja butuh keberanian, bukan hanya kemampuan.
Kedua, miliki softskill seperti komunikasi, manajemen waktu, dan sikap profesional.
Ketiga, belajar adaptif dengan teknologi dan cepat belajar hal baru. Dunia kerja sekarang sangat dinamis, jadi yang dibutuhkan bukan hanya pintar, melainkan tapi juga gesit dan bisa bekerja sama dalam tim. []
Biodata
Nama : Salica Arta Mercurry
Kelahiran : Metro, 23 November 2004
Asal Sekolah : SMA Muhammadiyah 2 Kota Metro
Kampus : Universitas Terbuka Prodi Manajemen Bisnis
Tinggi : 160 cm
Berat : 56 kg

Tinggalkan Komentar Anda