Nusantara

Sambut Hari Keluarga Nasional, Salimah Bandar Lampung Soroti Pentingnya Kesehatan Jiwa Raga

Sambut Hari Keluarga Nasional, Salimah Bandar Lampung Soroti Pentingnya Kesehatan Jiwa Raga

Seminar kesehatan jiwa inisiasi Salimah Bandar Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Memaknai Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada 29 Juni, Salimah Bandar Lampung mengadakan seminar kesehatan pada 21 Juni 2025 di aula BKKN Provinsi Lampung.

Sebanyak 100 perwakilan pengurus Cabang Salimah Bandar Lampung dan majelis taklim hadir.

Ani Agus Puspawati, Ketua Salimah Bandar Lampung, dalam rilis, mengapresiasi dukungan BKKBN Provinsi Lampung dalam kegiatan Salimah.

Ani mengatakan, Salimah peduli terhadap pentingnya peran keluarga bagi fondasi negara. Karena itu, seminar ini diharapkannya dapat bermafaat bagi masyarakat khususnya bagi peserta.

Salimah Bandar Lampung mengambil tema “Keluarga Indonesia Sehat Jiwa Raga menuju Indonesia Berkelanjutan”.

Winarni, perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, mengapresiasi kegiatan Salimah Bandar Lampung ini untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya keluarga.

“Tidak ada sekolah yang secara khusus menjelaskan edukasi terkait nilai-nilai penting dalam keluarga. Karena itu, sangat beruntung peserta yang hadir dan menyempatkan diri untuk mengikuti materi terkait pentingnya kesehatan mental dan keluarga ini,” jelasnya.

Winarni menyampaikan, pemerintah memiliki visi besar yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur dengan sumberdaya manusia yang unggul berdaya saing dalam rangka menuju satu abad Indonesia pada 2045.

Salah satu fondasi utama dalam mewujudkan visi besar itu adalah pembangunan sumber daya yang berkualitas dan Investasi pembangunan manusia sejak dini dimulai dari keluarga.

Karenanya, untuk memastikan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, pemerintah telah membangun sistem iBangga atau indeks Pembangunan Keluarga yang digunakan untuk mengukur tiga dimensi dalam keluarga: dimensi kemandirian, dimensi ketenteraman, dan dimensi kebahagiaan.

”Lampung memiliki rata-rata nilai iBangga sebesar 55,77 dan termasuk provinsi dengan nilai iBangga di atas nilai nasional,” terangnya.

Narasumber lainnya, Susianti, dosen Kedokteran Universitas Lampung, menjelaskan, pengertian sehat menurut WHO bukan sekadar sehat fisik, melainkan juga sehat secara mental dan sosial.

Kata dia, sehat jiwa raga ini penting, dampak jangka panjang keluarga yang tidak sehat secara mental atau fisik cenderung menghasilkan anak-anak dengan masalah perkembangan dan sosial.

Susianti mengatakan, perilaku sehat dalam keluarga diwariskan dan membentuk pola hidup anak kelas ke depannya.

Dalam membangun keluarga sehat ini, penting bagi orangtua, terutama ibu dalam mengatur pola hidup yang baik di keluarga.

Narasumber lainnya, Mi’roji, menjelaskan isu mental atau kondisi psikis kejiwaan di keluarga. Berdasarkan sumber data dari Riskesdas 2018, SRS 2016, BPJS, dan WHO, kondisi kesehatan jiwa di Indonesia semakin memprihatinkan.

Lebih dari 19 juta penduduk usia lebih dari 15 tahun terkena gangguan mental emosional.

Satu dari empat orang dewasa mengalami kesehatan jiwa dan tujuh dari seribu rumah tangga terdapat anggota keluarga skizofernia atau psikosis.

Miroji mengatakan, kondisi ini mengingatkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam mengatasi kondisi mental dan kejiwaan anak-anak.

Mi’roji mengatakan, keluarga yang matang secara spiritual akan lebih baik mental kejiwaannya.

Ia mengutip ayat 28 Surat Ar-ra’d: orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada 29 Juni diambil dari momentum tanggal 29 Juni 1949 saat pejuang Indonesia pulang dan berkumpul dengan keluarga setelah Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan dari Belanda. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda