Endang Ikhtiarti, Dosen S1 Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila
Penggunaan mata uang euro telah menyederhanakan transaksi bagi warga negara Prancis dan konsumen di negara-negara anggota zona euro (eurozone). Mereka tidak perlu lagi menukar mata uang nasional di setiap penyeberangan perbatasan.
Sejak 1 Januari 2002, mata uang euro mulai diperkenalkan di Italia. Mata uang euro ini telah menjadi mata uang tunggal bagi 300 juta konsumen, yang dirilis dan dikelola oleh Bank Sentral Eropa (Europeen Central Bank).
Hal ini membuat mata uang Uni Eropa semakin kuat terhadap kekuatan dolar AS. Euro juga membantu memperkuat persatuan antara negara-negara Uni Eropa.
Adapun negara negara yg menggunakan mata uang Euro adalah Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, Portugal, Irlandia, Austria, Finlandia, Belgia, Yunani, Slovakia, Slovenia, Estonia, Latvia, Lithuania, Malta, Siprus, Luksemburg, dan Andorra.
Yunani dan Prancis adalah contoh dari 20 negara yang menggunakan euro karena mata uang euro ini sangat mudah untuk digunakan untuk berbelanja pada saat liburan bagi wisatawan yang berkunjung ke sana. Pendapatan kedua negara tersebut terus berkembang secara bertahap.
Ada beberapa alasan mengapa negara negara Uni Eropa menggunakan euro:
- Untuk menyederhanakan kehidupan konsumen.
Sebelum 1 Januari 2002, Prancis, seperti negara negara Eropa lainya, memiliki mata uangnya sendiri, yaitu franc. Namun ketika orang Prancis bepergian ke negara Eropa, mereka harus menukar franc mereka dengan mata uang negara tersebut.
Hal itu dianggap sangat rumit. Maka sejak 1 Januari 2002, konsumen di 12 negara zonaeuro semuanya memiliki mata uang yang sama yaitu euro. Oleh karena itu, mereka dapat membayar pembelian mereka tanpa harus menukar mata uang di setiap perbatasan atau di setiap negara Uni Eropa.
- Untuk mempromosikan bisnis, yaitu memfasilitasi pertukaran uang dalam dunia perdagangan, tetapi juga untuk tetap menjaga keseimbangan neraca perdagangan mereka.
- Memperkuat persatuan antarnegara Uni Eropa
Ketika Uni Eropa ini didirikan, Prancis dan kebanyakan negara di Eropa mengganti mata uang nasionalnya sendiri dengan Euro. Euro merupakan tanda kebebasan untuk masuk dan dapat digunakan untuk bertransaksi dengan negara lain.
Dengan mengadopsi mata uang yang sama, seolah-olah negara-negara Uni Eropa membentuk satu negara, dan ini memperkuat gagasan persatuan di antara mereka.
Semakin kuat mata uang suatu negara, semakin kuat pula negara tersebut. Sejak saat itu, euro telah menjadi mata uang bagi sekitar 300 juta konsumen. Padahal seperti diketahui sebelumnya, dolar AS merupakan mata uang terkuat di dunia karena setengah dari perdagangan dunia dilakukan dalam dolar.
Tapi sejak berlaku di Eropa, euro menjadi kekuatan perdagangan yang utama dan memperkuat posisinya terhadap Amerika Serikat. []
Sumber tambahan: Steele,Ross (2017). La Civilisation Progressive du Francais. Paris.CLE International

Tinggalkan Komentar Anda