Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

SDIT Permata Bunda Gelar Pelatihan ADT dan MRT

SDIT Permata Bunda Gelar Pelatihan ADT dan MRT

Sunardi. | Dokumentasi

Pelatihan kepada siswa SDIT Permata Bunda. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kompak, 3 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di bawah naungan Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung (YDHRL) yaitu SDIT Permata Bunda 1, 2, dan 3 telah mengadakan kegiatan pelatihan Aku dan Tubuhku (ADT) untuk kelas 1-3 pada 08-10 Maret 2021 dan kegiatan pelatihan Menjadi Remaja Tangguh (MRT) untuk kelas 4-6 pada 15-18 Maret 2021.

Kegiatan ADT & MRT dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom bertajuk ‘Pendidikan Seks Usia Dini secara Islami’. Kegiatan ADT bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa mengenai jenis-jenis perasaan, sentuhan baik dan buruk, sikap terhadap orang yang dikenal dan tidak dikenal, serta menjaga tubuh dari pelecehan dan tindak kejahatan.

Pada kesempatan yang lain, kegiatan MRT dilaksanakan dengan harapan agar siswa bisa mengenal perubahan fisik (tahapan kehidupan, organ reproduksi, dan memasuki masa akil baligh), serta mengenal dan cara mengatasi perubahan jiwa, dan memahami dampak pornografi pada kerusakan otak.

Sebelum pelaksanaan kegiatan ADT dan MRT, para guru sebagai fasilitator diberikan pembekalan terlebih dahulu pada Training for Trainer (TFT) secara offline dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala SDIT Permata Bunda III Lis Kurniawati menyampaikan, ADT dan MRT merupakan kegiatan unggulan di sekolah.

Pasalnya, edukasi seks secara islami sejak dini untuk anak-anak dinilai tepat diberikan.

Lis menjelaskan, guru sebagai orangtua di sekolah harus bersinergi dengan orangtua di rumah. Dalam hal ini, kehadiran orangtua di rumah sangat diperlukan dalam mengawal dan membersamai anak-anak ketika menghadapi masa praremaja dan pubertas.

“Meski dilaksanakan secara daring, kegiatan ini didesain sedemikian rupa agar tidak mengurangi esensi dari tujuan kegiatan tersebut,” ujar Lis.

Dia menuturkan, kegiatan ini dibumbui beragam aktivitas yang menarik guna menambah pengalaman baru bagi peserta maupun fasilitator.

Lis bilang, ADT dan MRT dikemas dalam bentuk permainan, energizer, sharing, serta pendekatan yang lebih aktif dan mendalam. Dengan demikian, lebih berkesan dan bermakna.

Adapun wawasan dan informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai pendidikan seks usia dini pada kegiatan ini bersumber pada kajian ilmiah dan islami yang mampu dipertanggungjawabkan.

Sunardi. | Dokumentasi

Ketua Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung Sunardi juga turut mengomentari dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut,

Sunardi mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan ini. Masa pendidikan di jenjang SD sangat tepat untuk menanamkan karakter dan mental yang kuat kepada peserta didik.

Harapan kita semua, kelak mereka akan tumbuh menjadi remaja dan pemuda yang berkarakter, berakhlak, sehat lagi cerdas, dan siap menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

“Kegiatan ADT dan MRT menjadi salah satu alternatif yang tepat dalam mewujudkan tujuan mulia tersebut,” kata Sunardi.

Seperti yang diharapkan, kegiatan ini mampu dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen sekolah.

“Ustazah, saya sangat mengapresiasi dengan kebijakan ADT dan MRT ini. Ananda di rumah sudah mulai aktif dan komunikatif selama dan pascakegiatan,” ujar seorang wali murid kelas 6 saat berkomunikasi dengan fasilitator.

Wakil orangtua bercerita, kegiatan ini benar menjadi bukti dan motivasi tersendiri bagi sekolah bahwa meskipun di era digital, pendidikan karakter tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Sebab, peran guru dan orangtua adalah paling utama dan tidak akan pernah tergantikan oleh apa pun. Ia mengapresiasi kegiatan yang baik ini. [Widya]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda