Penyerahan Alquran Braille ke tunanetra di Tulangbawang oleh petugas IZI Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Tulangbawang – Setiap muslim wajib dan sudah seharusnya bisa membaca Alquran dengan baik dan benar. Jangan sampai ia menjadi muslim yang buta huruf akan kitab sucinya sendiri. Mengingat betapa banyak keutamaan yang didapat seorang muslim apabila ia mampu membaca Alquran. Apalagi hingga sampai bisa menghafalnya.
Hal inilah juga yang mendorong seorang Defriwan (31 tahun), seorang tunanetra warga Kampung Gedung Aji Lama, Gedung Aji Induk, Tulangbawang, untuk mampu membaca Alquran.
Meskipun ia memiliki keterbatasan penglihatan karena menderita buta sejak lahir, hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk bisa membaca Alquran.
Namun, Defriwan mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkan dan memiliki Alquran Braille yaitu Alquran khusus yang dipakai untuk para penyandang tunanetra. Harganya memang cukup mahal dan juga tidak mudah mencarinya.
Lembaga amil zakat nasional Inisiatif Zakat Indonesia (Laznas IZI) Lampung mendengar kesulitan Defriwan lewat salah seorang relawan IZI di sana. Pada Rabu kemarin, 17/3/2021, keinginan untuk bisa memiliki Alquran Braille dapat diwujudkan oleh IZI dengan diserahkannya Alquran tersebut kepadanya.
“Terima kasih kepada IZI Lampung yang telah memberi saya Alquran Braille ini sehingga bisa memudahkan saya untuk belajar Alquran,” ujar Defriwan.
“Alhamdulillah untuk yang mengajarkannya membaca nantinya sudah ada seorang guru yang akan menjadi pengajarnya yaitu Ustaz Suproni Ia juga seorang penyandang tunanetra dan memang seorang pengajar huruf Braille,” kata Agusrin Wirawan, Kepala Perwakilan IZI Lampung.
“Terima kasih kepada para dermawan yang telah mempercayakan dan menyalurkan zakat infak dan sedekahnya selama ini ke IZI sehingga saudara kita kaum tunanetra ini bisa terbantu kesulitannya. Semoga berkah dan bertambah rezekinya,” kata Agusrin. [Adriansyah/IZI Lampung]
