Prof. Abdurahman. | Dokumentasi UTI
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Minat lulusan SMA untuk kuliah di jurusan berbasis sains dan teknik turun mutlak. Misalnya di Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lampung.
Jika biasanya mahasiswa yang masuk bisa mencapai tiga kelas, kini tinggal satu kelas. Padahal, kebutuhan ke depan untuk lulusan sains dan teknik, termasuk yang dari FKIP, tetap ada.
Untuk kebutuhan industri, lulusan sains dan teknik ke depan masih dibutuhkan. Namun, minat lulusan SMA/SMK untuk kuliah di jurusan terkait dengan itu turun.
Demikian paparan Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung (Unila) Prof Abdurahman kemarin dalam seminar pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia.
Seminar diinisiasi Teknokrat, Pemprov Lampung, dan Ikatan Keluarga Alumni SMAN 2 Bandar Lampung (IKA Smanda) angkatan 1999 yang diketuai Dr H Mahathir Muhammad SE MM yang juga Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia.
Abdurahman mengemukakan, konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri mestinya selaras. Bahwa ada kebutuhan di dunia industri mestinya bisa dipersiapkan dengan baik ketika mahasiswa kuliah di program studi berbasis sains dan teknik.
Bahkan, sejak SMA juga sudah diberikan pemahaman bahwa industri tetap membutuhkan lulusan berbasis sains dan teknik. Para guru di SMA ke depan mesti didorong untuk memberikan pengetahuan dan motivasi agar bisa mengambil jurusan berbasis sains dan teknik di kampus.
Abdurahman menilai, kampus juga mesti segera beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja. Kata dia, jurusan yang sifatnya aplikatif dibutuhkan demi mengisi peluang kerja di bidang industri.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Lampung Thomas Amirico, dosen FEB Unpad Dina Sartika, Ph.D, anggota DPRD Bandar Lampung Dewi Mayang Suri Djausal, MM, dan Ketua MKKS SMA Se-Lampung Hendra Putra. []

Tinggalkan Komentar Anda