Abdurahman. | Dok UTI
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebanyak 1.200-an mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mundur pada semester V dan VI. Hal itu disebabkan mereka menilai tak cocok dengan program studi atau jurusan yang diambil.
Biasanya, evaluasi pada semester IV dan V memang sudah terlihat mahasiswa yang tak cocok dengan program studi yang sedang mereka jalani.
Pada bidang sains, teknik, dan kedokteran, pada tahun pertama umumnya mahasiswa masih beradaptasi sehingga indeks prestasi kumulatif (IPK) rerata rendah.
Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman sejak SMA perihal program studi yang hendak mereka tuju sebagai tempat menempuh pendidkan tinggi pasca-SMA.
Demikian paparan Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung (Unila) Prof Abdurahman kemarin dalam seminar pendidikan di Universitas Teknokrat Indonesia.
Acara diinisasi Teknokrat, Pemprov Lampung, dan Ikatan Keluarga Alumni SMAN 2 Bandar Lampung (IKA Smanda) angkatan 1999 yang dipimpin Mahathir Muhammad, wakil rektor Universitas Teknokrat Indonesia.
Abdurahman menambahkan, persoalan lain dalam dunia pendidikan tinggi adalah serapan pasar kerjanya. Data yang ada, lulusan Unila rata-rata belum bekerja setelah enam bulan wisuda.
Idealnya, ujar guru besar pendidikan fisika Unila itu, enam bulan usai lulus, alumni mesti terserap pasar kerja atau membuka lapangan pekerjaan.
Selain Abdurahman, seminar menghadirkan sejumlah narasumber lain. Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Lampung Thomas Amirico, dosen FEB Unpad Dina Sartika, Ph.D, anggota DPRD Bandar Lampung Dewi Mayang Suri Djausal, MM, dan Ketua MKKS SMA Se-Lampung Hendra Putra. []

Tinggalkan Komentar Anda