Nofita Astanu (kanan) dan Afif Bizri. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ismail Fajri sudah bekerja di Imigrasi yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM selama 8 tahun. Ia menjalani penempatan di beberapa tempat sebelum sekarang di Imigrasi Cilacap. Sebelumnya, sarjana sastra lulusan universitas terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia, ini pernah ditempatkan di Kotabumi, Lampung Utara, dan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Ismail Fajri mengatakan, gelar sarjana sastranya dari Universitas Teknokrat terasa sekali bermanfaat. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang bagus, ia mampu berkomunikasi dengan baik kepada orang asing yang berurusan dengan keimigrasian.
“Apalagi waktu ditempatkan di Bandara Soekarno-Hatta, terasa sekali,” kata dia.
Ismail Fajri bersyukur ia berkuliah di Universitas Teknokrat Indonesia dan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.
Dengan predikat itu, ditambah tes kesamaptaan untuk lolos seleksi 8 tahun lalu, ia melaluinya dengan baik.
“Alhamdulillah, bersyukur menjadi alumni Universitas Teknokrat Indonesia dan bisa lulus serta bekerja di Imigrasi,” ujarnya.

Alumni Universitas Teknokrat Indonesia lainnya yang juga bekerja di Imigrasi adalah Nofita Astanu. Sama seperti Ismail Fajri, Nofita Astanu juga lulusan sastra inggris. Nofita mengatakan, Teknokrat kampus yang tepat untuk melanjutkan pendidikan dan meraih kesuksesan di pekerjaan.
“Buat pembaca wartalampung.id, yang milenial, yang lulusan SMA, silakan kuliah di Universitas Teknokrat Indonesia. Ambil jurusan yang sesuai dengan minat dan talenta kalian. Kalau minat banget sama bahasa Inggris, silakan aja dipilih. Belajar giat, insya Allah sukses,” kata Nofita Astanu.
Alumni lain yang juga bekerja di Imigrasi adalah Rendy Firanda dan Afif Bizri. Afif sama dengan Nofita, kini penempatan di Kantor Imigrasi Kelas III Non-TPI Kotabumi. Nofita, Afif, dan Rendy semuanya alumnus Teknokrat hanya beda angkatan.
Nofita mengatakan, ia 4 tahun di Teknokrat menjadi asisten dosen.

Sedangkan Rendy Firanda, kini sedang menempuh pendidikan magisternya di India.
Menanggapi itu, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, mengatakan, kualitas sarjana sastra kampusnya memang sangat bagus dan layak menjadi pilihan. Diperkuat sejumlah dosen yang punya kompetensi mumpuni, mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan yang luas dalam bidang bahasa Inggris. Ini terutama akan sangat berguna ketika sudah bekerja apalagi yang berkaitan dengan orang asing.
Mahathir bilang, bekerja di Imigrasi yang notabene berhubungan dengan orang asing, membuat lulusan Teknokrat bisa bersaing dalam lapangan kerja dan berkomunikasi secara cakap.
Mahathir menambahkan, kesuksesan para alumni yang bekerja di Imigrasi ini selayaknya menjadi dorongan motivasi mahasiswa untuk giat belajar dan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan.
“Lihat alumni yang sudah berhasil dan sukses. Jadikan itu sebagai bahan untuk memantik motivasi agar bisa berhasil mengikuti jejak mereka. [Sugiono]
