Tarhib Ramadan Salimah Natar. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Natar – Pengurus Cabang (PC) Salimah Natar bekerja sama dengan DKM Nurul Islam dan DT Peduli menggelar acara Tarhib Ramadan pada Ahad, 23/2/2025 di Masjid Nurul Islam, Dusun Ciramai, Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Acara tersebut dihadiri oleh puluhan peserta antara lain Endang Nurmayani Ketua PC Salimah Natar beserta pengurus, Abdullah Ali selaku perwakilan DKM Nurul Islam, Ustaz Mansur Mubarok selaku narasumber serta puluhan ibu-ibu majelis taklim Nurul Islam dan perwakilan majelis taklim wilayah sekitar.
Dalam sambutannya, Abdullah Ali selaku perwakilan DKM Nurul Islam mengatakan bahwa masjid yang baik adalah masjid yang banyak menggulirkan program-program yang bermanfaat untuk umat salah satunya dengan bekerja sama dengan Salimah mengadakan Tarhib Ramadan sebagai upaya mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.
Ustaz Mansur Mubarok selaku Mudir Pondok Pesantren Darul Arqom Natar di dapuk sebagai pengisi acara kali ini yang mengangkat tema “Andai Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir”.
Dalam ceramahnya, Ustaz Mansur Mubarok mengibaratkan Ramadan seperti perlombaan lari maraton, begitu banyak peserta di awal perlombaan, dalam perjalanannya banyak peserta yang berguguran hingga yang mencapai garis finis hanyalah sedikit jumlahnya.
Maka ketika kita memasuki arena ramadan pastikan kita keluar sebagai pemenangnya yaitu mereka yang mendapat predikat orang-orang yang bertaqwa dan keluar dari bulan Ramadan telah diampuni dosa-dosanya.
Manusia bisa dibedakan menjadi tiga golongan dalam menjalankan ibadah Ramadan, yang pertama adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh menjalankan ibadah Ramadan.
Golongan yang kedua adalah orang-orang yang berpuasa hanya untuk menggugurkan kewajiban dan golongan yang ketiga adalah orang-orang yang tidak tergerak menjalankan ibadah Ramadan.
Beberapa penyebabnya antara lain lemahnya keimanan, kurangnya ilmu dan masih terlalu yakin Allah masih akan memberikan usia panjang kepada kita.
Kita tidak tahu kapan kematian akan menghampiri. Maka sebaiknya kita waspada dan bersungguh-sungguh menjalankan ibadah.
Jangan sia-siakan kesempatan bertemu dengan Ramadan tahun ini. Laksanakan hal-hal yang mendukung agar puasa kita berkualitas seperti membaca Alquran, puasa, tarawih, bersedekah, serta menghindari hal-hal yang bisa membuat puasa kita rusak dan sia-sia.
Jagalah lisan kita dari ghibah, menyakiti hati orang lain, berbohong dan menipu orang lain, jaga juga diri kita dari dosa melalui media sosial, jangan sampai media sosial merusak ibadah puasa kita.
Ustaz mengajak semua untuk menganggap ini menjadi Ramadan terakhir dan menjadikannya sebagai alasan kuat untuk melaksanakan ibadah sebaik-baiknya.
”Semoga ibadah kita di bulan suci Ramadan kali ini menjadikan kita orang-orang yang bertakwa dan Allah swt mengampuni dosa-dosa kita,” katanya.
Di akhir acara, perwakilan dari DT peduli mengajak peserta untuk ikut andil dalam program berbagi Alquran untuk pelosok negeri.
Umi Masturoh, ketua majelis taklim Nurul Islam merasa senang karena Salimah melibatkan majelis taklim ini islam dan sekitarnya dalam kegiatannya.
Ia berharap ke depan masih terus bersinergi agar program positif yang dilaksanakan Salimah bisa dirasakan anggota majelis taklim. [Sri/Salimah Natar]

Tinggalkan Komentar Anda