Lampung Utara

Mahasiswa KKN Unila di Desa Sindang Agung Lampung Utara Kampanyekan Stop Pergaulan Bebas

Mahasiswa KKN Unila di Desa Sindang Agung Lampung Utara Kampanyekan Stop Pergaulan Bebas

Kampanye stop pergaulan bebas inisiasi mahasiswa KKN Unila. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Sindang Agung – Mahasiswa KKN Unila periode I/2025 Desa Sindang Agung, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Lampung Utara, melaksanakan Goes To School bertemakan “Stop Pergaulan Bebas, Mulai Dari Diri Sendiri”, Kamis, 23/1/2025, di SMP Negeri 3 Tanjungraja.

Pergaulan bebas merupakan hal urgensi di lingkungan pendidikan. Sebab, dengan terjerumusnya remaja ke lingkungan pergaulan bebas akan berdampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan sekitarnya.

Menyikapi hal tersebut, mahasiswa KKN Unila telah melaksanakan kegiatan ini yang diikuti oleh siswa kelas VII.

Dalam kegiatan ini terdapat tiga sesi. Pertama, para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai pengertian, faktor, dampak, mencegah dan menghadapi pergaulan bebas.

Kedua, terdapat ruang aspirasi dimana para peserta menuliskan keresahan atau cita-cita.

Hal tersebut mendorong siswa lebih bebas berpendapat.

Ketiga, deklarasi antipergaulan bebas dengan mencap jempol pada kain kanvas.

Muti, mahasiswa KKN Unila dalam rilis, mengatakan, pergaulan bebas sangat berbahaya bagi remaja yang terjerumus ke dalamnya, contohnya pelecehan, perilaku seksual di luar nikah, perjudian, konsumsi alkohol, penggunaan narkoba, dll.

Hal tersebut menimbulkan dampak negatif seperti kenakalan remaja, seks bebas, gangguan kesehatan dan pendidikan yang terhambat.

Pergaulan bebas ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya kasih sayang orang tua, kurang hati-hati dalam berteman dan lingkungan yang kurang baik.

Namun, terdapat alternatif kegiatan positif untuk mencegah pergaulan bebas yaitu dengan mengikuti organisasi sosial, kemanusiaan, olahraga, seni, dll.

Muti menjelaskan dampak negatif pergaulan bebas secara terperinci, baik bagi korban maupun pelaku.

Dampak negatif bagi korban yaitu trauma psikologis, gangguan hubungan sosial, masalah kesehatan dan pendidikan terhambat.

Sedangkan dampak negatif bagi pelaku yaitu rasa bersalah, konsekuensi hukuman penjara dan rusaknya reputasi.

Sebagai respons dari kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa lebih sadar akan bahayanya pergaulan bebas karena dapat berdampak negatif bagi kehidupannya. Demikian kata Farida, wakil kepala sekolah bidang kemahasiswaan.

Penting diingat bahwa setiap individu memiliki pilihan.

Dengan memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat, para remaja dapat membuat pilihan yang bijak dan menghindari dampak negatif dari pergaulan bebas. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda