Berita Foto Nusantara

Atasi Konflik Manusia dan Gajah, TNBBS Diminta Bentuk Elephant Response Unit

Atasi Konflik Manusia dan Gajah, TNBBS Diminta Bentuk Elephant Response Unit

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak di Balai Besar TNBBS. | Dokumentasi

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak di Balai Besar TNBBS. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kotaagung – Ketua Komisi IV DPR Sudin dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam  dan  Ekosistem  (Dirjen KSDAE) Wiratno melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Balai Besar TNBBS, Minggu, 28 Februari 2021 yang lalu. Kunjungan kerja Dirjen KSDAE diawali dengan berkunjung ke Kantor Balai Besar TNBBS di Kotaagung.

Dalam rilis TNBBS hari ini disebutkan, rombongan Dirjen KSDAE tiba di Kantor  Balai Besar TNBBS pukul 10.00. Rombongan terdiri dari Sekditjen KSDAE, Inspektur Wilayah I Sumatera Kementerian LHK, Direktur PJLHK, dan Kasubdit Perencanaan Direktorat KK, Plt. Kepala Balai TNWK, Kepala Balai KSDA Bengkulu serta pejabat eselon IV BKSDA Bengkulu dan BTN Way Kambas.

Dirjen KSDAE memberikan pembinaan dan arahan singkatnya kepada pegawai lingkup Balai Besar TNBBS, serta menanyakan data terkait kelompok gajah “Bunga” yang saat ini berada di Resort Suoh dan sekitarnya.

Dirjen KSDAE mendorong untuk dibentuknya Elephant Response Unit (ERU) di Resort Suoh, sebagaimana yang telah dilakukan di Resort Pemerihan dalam penanggulangan konflik  manusia dan gajah dengan membentuk Tim Patroli   Gajah.

Dirjen KSDAE menekankan pentingnya kerja bersama pada jajaran Balai Besar TNBBS dalam mengatasi permasalahan konflik manusia dan gajah.

Agenda  kunjungan kerja kemudian dilanjutkan dengan  mengadakan dialog  interaktif dengan masyarakat Satgas Penanganan Konflik Gajah Kabupaten   Tanggamus dan Kabupaten Lampung Barat.

Rangkaian acara dialog interaktif ini terdiri dari pemaparan pengelolaan  kawasan Taman Nasional  Bukit  Barisan Selatan (TNBBS)  oleh Pelaksana Tugas   Kepala Balai Besar TNBBS  Ismanto, sambutan Bupati Tanggamus diwakili oleh Wakil Bupati Tanggamus AM Syafi’i, arahan dari Bupati Lampung Barat diwakili  Asisten II , dan arahan Dirjen KSDAE Wiratno.

Wiratno menginstruksikan dibentuknya Tim  Elephant Response Unit (ERU) di Resort Suoh untuk menanggulangi konflik manusia dan satwa liar serta membagikan peta pergerakan gajah kepada masyarakat.

Sudin menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian gajah, menjaga dan menyayangi alam.

Dialog interaktif dimoderatori Plt Kepala Balai Besar TNBBS Bapak Ismanto. Warga yang berasal dari Kabupaten Lampung Barat pada umumnya menanyakan terkait konflik manusia dan gajah yang menimpa 34 kepala keluarga (KK). Untuk menghindari korban jiwa, sementara waktu masyarakat   mengungsi ke Pekon Bumi Hantata dan Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat.

Dirjen KSDAE menginstruksikan Balai Besar TNBBS untuk segera membentuk Tim ERU dan mendorong Suoh untuk dikembangkan menjadi daerah wisata seperti di daerah Tangkahan Provinsi Aceh.

Selain itu, masyarakat juga meminta bantuan kepada pemerintah untuk mendukung biaya operasional satgas penanggulangan konflik manusia dan gajah.

Balai Besar TNBBS memberikan bantuan kepada masyarakat yang disampaikan oleh Bupati Tanggamus dengan disaksikan oleh Ketua Komisi IV DPR RI dan Dirjen KSDAE. Penerima bantuan adalah: Sulis Sunarsih  Kelompok Wanita Tani Cemara Pekon Sedayu Kecamatan Semaka, Tanggamus (peralatan roasting kopi); Turiman Kelompok Tani Hutan Tirta Lestari Pekon Sedayu Kecamatan Semaka, Tanggamus (instalasi air bersih).

Pemberian tali asih diberikan warga Pekon Bumi Hantatai dan warga Pekon Sukamarga yang diwakili oleh 8 orang  yang  mengalami  dampak  dari  interaksi negatif manusia dan gajah sumatera. Pemberian piagam penghargaan juga dilakukan untuk 40 orang yang diwakili oleh 26 orang penerima  piagam  penghargaan diserahkan Direktur Jenderal KSDAE Wiratno.

Penerima piagam penghargaan di antaranya Sudin, Bupati Tanggamus Dewi  Handajani, dan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda