Pringsewu

Cerita Riyanto Bupati Terpilih Pringsewu Rintis Kopi Klangenan, Modal Cincin 4 Gram Milik Ibu

Cerita Riyanto Bupati Terpilih Pringsewu Rintis Kopi Klangenan, Modal Cincin 4 Gram Milik Ibu

Riyanto Pamungkas (kanan). | Dokumentasi Instagram

Riyanto Pamungkas (kanan). | Dokumentasi Instagram

Wartalampung.id, Pringsewu – Riyanto Pamungkas, lelaki kelahiran Pringombo, 15 April 1980, ini memulai bisnis kopi dengan modal cincin 4 gram milik ibunya.

Anto, demikian ia biasa disapa, berujar, pengalaman menjual kopi “Klangenan” adsalah awal tahun 2000.

Pascalulus STM, Anto merantau ke Rawajitu Timur (Dipasena) Tulangbawang. Bupati terpilih Pringsewu tahun 2024 ini sempat membuka stan buku. Di sana Anto memiliki ide berjualan kopi karena menganggap akan laku bila dijual di Dipasena.

Tekadnya bulat. Mulailah Anto berusaha kopi dengan modal awal cincin 4 gram yang diberikan ibunya. 

Awal 2001, Anto memulai berusaha kopi di Dipasena. Usahanya berjalan bagus.

Tahun 2003, Anto pulang ke kediaman orangtuanya di Pringumpul, Pringsewu, untuk melanjutkan kembali usahanya.

“Klangenan” merek usaha kopinya. Nama ini didapat Anto usai mendengarkan obrolan asyik dari beberapa teman yang membicarakan warung makanan yang paling enak.

Seorang teman bilang, ”Sebenarnya panganan kalau ngelangeni pasti dicari orang.”

Itulah asal mula Anto terinspirasi dari kata “ngelangeni” dengan kata dasar “klangenan” yang memiliki arti ketagihan.

Anto berharap, nama “klangenan” bisa membuat setiap orang yang meminum kopinya ketagihan dan pengen lagi.

Kini usaha kopinya sukses. Plus beberapa varian bisnis lain.

“Ini semua tidak terlepas dari doa orangtua dan dukungan keluarga besar,” katanya kala itu.

Anto berharap anak-anaknya sukses menjadi dokter dan penghafal Alquran.

“Saya terinspirasi dokter di Semarang, Dokter Oi, yang menggratiskan pasien,” kata dia.

Anto berpedoman pada hadis Nabi Muhammad saw yang mengatakan, pintu rezeki itu ada 10 dan 9-nya adalah berdagang. [Miranti]

Catatan Redaksi

Tulisan ini pertama kali terbit di jejamo.com tahun 2015 karya mahasiswi UIN Raden Intan Lampung, Miranti. Usai pilkada Pringsewu, tulisan ini kembali ditayangkan di wartalampung.id dengan sejumlah suntingan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda