Berita Foto Nusantara

ACT Lampung Beri Bantuan, Warga Pasirsakti Lampung Timur Hapus Trauma Puting Beliung

ACT Lampung Beri Bantuan, Warga Pasirsakti Lampung Timur Hapus Trauma Puting Beliung

Bantuan ACT Lampung untuk korban puting beliung di Pasirsakti. | Dokumentasi

Bantuan ACT Lampung untuk korban puting beliung di Pasirsakti. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Lampung Timur – Tak pernah disangka angin dengan kecepatan tinggi berputar-putar menyapu beberapa rumah warga di Desa Mekar Sari Kecamatan Pasirsakti Lampung Timur. Kejadian yang berlangsung selama empat menit setidaknya merusak 28 rumah warga. Sebagian kerusakan bagian atap hingga rata dengan tanah.

“Kalau mengingat kejadian itu sebagai pamong eesa rasanya sudah pasrah, kejadiannya cepat sekali hingga harus memutar otak untuk pemulihan rumah warga, sedangkan kami tidak memegang dana untuk penanganan bencana,” ucap Gunawan, Sekdes Mekar Sari, bersama Kades Supardi, dalam rilis ACT Lampung hari ini.

Kejadian puting beliung pertama kali diketahui warga yang sedang berada di lapangan sepak bola. Angin menerbangkan asbes teras rumah Santi dan puluhan rumah lainnya.

Menurutnya, ada satu keluarga terjebak dalam rumah yang terimpit pohon tumbang. Bahkan satu wanita paruh baya yang tengah sakit jantung hampir tertimpa rumah. Untuk kejadian puting beliung susulan tak sekencang yang pertama.

Kini warga terdampak berusaha pulih dari trauma. Meskipun dalam keterbatasan mencari penghasilan, warga terdampak bisa menempati rumahnya kembali berkat semangat gotong royong pamong Desa dan warga setempat.

“Mboh piye carane yang penting rumah bisa berdiri lagi, alhamdulillah ada yang kirim bantuan, sisanya masih minjam ditoko bangunan,” jelasnya.

Marketing Komunikasi ACT Lampung Hermawan Wahyu Saputra mengatakan, kunjungan ke Desa Mekar Sari untuk menyalurkan titipan dari Himapis Unila dan Komunitas Sakai Sambayan berupa sembako.

Setelah berkomunikasi langsung dengan pamong desa dan warga terdampak bahwa kondisi rumah sudah berdiri seperti semula. Namun terdapat warga yang tengah berjuang sembuh dari sakit, lansia yang tak berpenghasilan juga bekerja buruh serabutan sehingga masih membutuhkan bantuan seperti sembako dan modal usaha.

“Sisa puing-puing dampak putng beliung masih tersisa disekitar rumah, terlihat betapa dahsyatnya kekuatan angin, sekarang warga beraktivitas seperti biasa untuk menghapus trauma,” tutupnya. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda