Rumah Baca Umy Uchi inisiasi Suciati. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Semaka – Di SMAN 1 Semaka, Tanggamus, ada sosok guru Bahasa Indonesia bernama Suciati. Ia menjadi teladan bagi banyak siswa dan rekan sejawatnya.
Selain perannya sebagai pendidik, ia juga sukses mengembangkan usaha ikan asap yang diberi nama Ikan Asap Umy Uchi.
Produk ini menjadi favorit masyarakat sekitar. Sekain usaha ikan asap, Suciati yang biasa dipanggil Umy Uchi juga mengelola rumah baca yang memberi nama Rumah Baca Umy Uchi yang beralamat di Jalan Lintas Barat, Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Rumah Baca Umy Uchi didirikan dengan harapan mampu menciptakan lingkungan gemar membaca dan berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Awalnya, Umy Uchi memulai usaha ikan asapnya sebagai tambahan untuk ia melanjutkan pendidikan S2 dengan modal yang minim sebagai usaha sampingan untuk membantu perekonomian keluarga.
Berbekal semangat dan tekad yang kuat, ia berhasil menciptakan produk berkualitas tinggi yang kini diminati banyak orang hingga ke luar kota.
Usaha ini ia tekuni sejak 2019. Selain usaha ikan asapnya, Rumah Baca Umy Uchi dilengkapi dengan berbagai koleksi buku, dari fiksi hingga nonfiksi, yang dapat dibaca oleh siswa dan masyarakat umum.
“Saya ingin menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak untuk memiliki rasa keinginan yang tinggi untuk membaca,” katanya.
Suciati percaya bahwa pendidikan harus mencakup berbagai aspek, termasuk pengembangan karakter dan kreativitas.
Di Rumah Baca, ia sering mengadakan diskusi dan pelatihan berbicara di depan umum.
Kegiatan ini membantu siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi mereka yang sangat penting dalam dunia modern saat ini.
Kombinasi antara mengajar di sekolah dan mengelola usaha serta Rumah Baca membuat Suciati menjadi sosok yang inspiratif.
Ia mengajarkan kepada siswa bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga bisa berlangsung di luar ruangan.
“Saya ingin mereka memahami bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja,” kata Suciati.
Melalui usaha ikan asap dan rumah baca, Suciati menginspirasi banyak orang untuk tidak hanya mengejar ilmu, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Ia membuktikan bahwa dengan ketekunan dan cinta terhadap pendidikan, kita bisa mengubah dunia, satu langkah kecil sekaligus.
Kisah Suciati adalah bukti nyata bahwa seorang guru dapat memiliki dampak yang besar, tidak hanya dalam pendidikan tetapi juga dalam perekonomian dan budaya masyarakat.
Ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras, kreativitas, dan kepedulian, seseorang dapat mengubah hidup banyak orang.
Dengan semangat yang membara, Suciati berkomitmen untuk melanjutkan perjuangannya dalam dunia pendidikan dan kewirausahaan.
Ia berharap, lebih banyak guru dan masyarakat yang terinspirasi untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Suciati adalah contoh bahwa pendidikan dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan, menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan. [Ratu Chandra, Siswi SMAN 1 Semaka]

Tinggalkan Komentar Anda