Setia Rini

Oleh Setia Rini, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
Mempelajari bahasa asing tidak hanya mempelajari bahasanya, tetapi juga budayanya (baca: Belajar Bahasa Asing, Tidak Harus Menjadi Orang Asing). Belajar bahasa Prancis tentu saja kita juga harus mempelajari budayanya.
Kita perlu tahu dan memahami budaya Prancis sebanyak-banyaknya karena implementasi bahasa Prancis itu sendiri digunakan dalam konteks nyata sehari-hari yang erat hubungannya dengan budaya Prancis. Menurut KBBI VI Daring, budaya adalah pikiran, akal budi, adat istiadat, sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju), sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah.
Sedangkan kebudayaan didefinisikan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
Dalam konteks mempelajari bahasa asing, makna budaya yang dimaksud adalah makna yang sangat luas, bisa merujuk pada definisi-definisi tersebut. Atau juga makna budaya dan kebudayaan pada konteks lainnya.
Artinya, bahasa Prancis dipelajari dan nantinya akan digunakan dalam komunikasi nyata dengan orang Prancis pada khususnya maupun orang-orang Frankofon pada umumnya.
Budaya negara Heksagon dikenal sebagai budaya barat yang tentu saja sangat berbeda jauh dengan budaya Indonesia. Namun perbedaan itulah yang menjadi jembatan untuk kita lebih mudah mempelajari bahasanya.
Perbedaan itulah yang menjadi salah satu motivasi kita untuk menjadi agen budaya bagi negara kita kepada para penutur bahasa Prancis. Dengan mahirnya bahasa Prancis yang kita kuasai, akan sangat dengan mudahnya kita memperkenalkan budaya Indonesia pada dunia.
Sebuah kebanggaan tersendiri manakala kita dapat mempromosikan budaya kita kepada dunia luar yang mungkin saja akan mendatangkan banyak kebaikan untuk negara Indonesia di berbagai bidang.
Oleh karena itu, mengetahui dan memahami budaya menjadi hal yang sangat penting untuk kita kuasai di samping bahasa itu sendiri. Bagaimanakah budaya atau kebiasaan orang Prancis ketika libur atau sekedar mengisi waktu luang?
Apakah sama dengan yang umumnya dilakukan oleh orang-orang di Indonesia? Salah satu hal yang cukup berbeda terkait hal tersebut adalah fakta bahwa orang Prancis suka sekali mengunjungi museum maupun tempat-tempat bersejarah.
Sedangkan sebaliknya, orang-orang Indonesia kurang menyukai kunjungan-kunjungan ke museum maupun tempat-tempat bersejarah karena terkesan membosankan. Umumnya, orang Indonesia menyukai tempat-tempat yang estetik, instgramable, dan keren untuk foto-foto dengan pemandangan yang indah maupun memiliki wahana bermain tertentu atau juga tempat nongkrong yang nyaman.
Selain itu, umumnya orang-orang Indonesia juga suka mengunggah foto-foto maupun video mereka di media sosial . Oleh karena itu, kenapa orang-orang Indonesia umumnya memburu tempat-tempat yang viral sekaligus estetis.
Lain faktanya dengan orang-orang Prancis, yang ternyata umumnya mereka tidak menyukai media sosial terutama untuk mengunggah kehidupan pribadi mereka. Jadi jangan heran jika banyak orang Prancis tidak memiliki akun media sosial .
Orang Prancis terkenal dengan privasi yang sangat dijaga, sehingga ketika kita baru mengenal orang Prancis sebaiknya tidak sembarangan bertanya banyak hal. Bertanya banyak hal apalagi terkait hal-hal yang pribadi adalah hal yang sangat menyebalkan bagi orang-orang Prancis.
Jika umumnya orang Indonesia biasa saja bertanya terkait status pernikahan atau pekerjaan dan gaji kepada orang yang baru dikenal, jangan pernah tanyakan hal-hal tersebut kepada orang Prancis apalagi yang baru kita kenal.
Bahkan hal yang sangat sederhana terkait komunikasi dengan orang Prancis yang baru kita kenal adalah tidak berkomunikasi dengan memanggil tu yang artinya kamu atau se tutoyer berkamu-kamu. Ini adalah hal yang sangat sederhana tetapi penting untuk dipahami.
Oleh karena itu, jika baru bertemu dengan orang Prancis untuk yang pertama kalinya atau sudah kenal namun belum dekat, sebaiknya dalam berkomunikasi dan menyapa kita gunakan vous yang artinya Anda atau se vouvoyer beranda-anda.
Kapan kita dapat berkomunikasi dengan berkamu-kamu? Ketika orang Prancis berbicara dengan kita dengan berkamu-kamu.
Artinya kita pun juga menyesuaikan lawan bicara kita, jika sudah berkamu-kamu maka kita pun juga demikian. Namun bedakan percakapan pada konteks atau forum formal. Sebaiknya sudah kenal baik atau belum dengan lawan bicara kita, kita tetap menggunakan vous.
Ada banyak kebiasaan yang kita sebut sebagai budaya yang jauh berbeda antara budaya timur dan Indonesia. Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan terkait budaya Indonesia dan Prancis adalah agama atau kaitannya dengan ibadah.
Sebagai negara ateis (tidak mempercayai adanya Tuhan), tentu Prancis tidak tahu atau tidak memahami terkait ibadah kepada Tuhan. Sebaliknya Indonesia yang mana notabenennya adalah negara muslim terbesar di dunia, yang sangat menjaga agama, menjada sikap perilaku, cara berpakaian dan adab-adab lainnya.
Tentu bukan hal yang mudah bagi kita jika suatu saat kita pergi ke Prancis. Bagaimana kita beribadah? Bagaimana kita mengerjakan salat kita ketika di Prancis? Terlebih di Prancis terdapat larangan untuk beribadah di tempat-tempat umum, sedangkan kita juga tidak bisa menemukan masjid dan musala dengan mudah di sana.
Tentunya kita harus mempelajari banyak hal terkait budaya di Prancis bukan? Sehingga pada konteks nyata kehidupan di Prancis, bersandingan hidup dan tinggal bersama orang-orang Prancis kita dapat menyesuaikan diri.
Menyesuaikan diri bukan berarti menjadi orang Prancis, bukan berarti kita mengerjakan budaya atau kebiasaan orang Prancis yang bertentangan dengan budaya apalagi agama kita.
Memahami budaya dari bahasa yang kita pelajari adalah hal yang sebaiknya kita kuasai dengan baik. Sebab, tanpa memahami budaya kita tidak bisa menggunakan bahasa itu dengan baik dalam komunikasi nyata.
Dengan memahami budaya dari bahasa yang kita pelajari, maka kita menghargai dan menghormatinya.
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti”.

Tinggalkan Komentar Anda