Nobar debat kandidat. | Dede Maesin

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dosen FISIP Unila Budi Harjo menilai para calon gubernur dan wakil gubernur Lampung masih ragu-ragu dalam menyampaikan visi dan misi secara matang. Hal itu membuat visi dan misi tidak tergambar secara nyata.
Para calon juga dinilai Budi tidak memiliki komitmen yang kuat. Hal itu membuat hal yang disampaikan para calon kurang greget.
Demikian ringkasan Budi saat menjadi penanggap dalam nobar dan diskusi debat pilkada kemarin malam di Lamban Akas HMI Kemiling gelaran Teknokra Unila dan IJTI Lampung.
Kata dia, visi misi yang disampaikan di dalam debat seharusnya memiliki keberpihakan. Misalnya keberpihakan kepada orang miskin.
”Keberpihakan itu penting,” katanya.
Salah satu audiens, Ahmad Ridwan Syuhada, mahasiswa Pendidikan Sejarah Unila, menilai debat ini sebatas pembuka agar mereka dikenal publik.
Ia juga menilai para calon mestinya menawarkan solusi konkret atas masalah yang ada di Lampung.
“Solusi konkret belum dibawa pada sesi debat kali ini,” kata dia. [Dede Maesin]

Tinggalkan Komentar Anda