Kegiatan praktik pemulasaran jenazah inisiasi Salimah Lamsel. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kalianda – Majelis Taklim Gabungan Desa Merak Belantung dan Desa Gunung Terang bekerja sama dengan PD Salimah Lampung Selatan sukses mengadakan kegiatan praktik pemulasaran jenazah, Kamis, 26/9/2024 di kediaman Ida salah satu anggota majelis taklim Dusun Haringin, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Acara ini bertujuan untuk mengedukasi anggota majelis taklim akan pentingnya pengetahuan dan peran serta mereka dalam mengurus jenazah secara baik dan benar.
Juga sebagai regenerasi dari generasi tua ke generasi muda dalam mengurus jenazah.
Acara ini dihadiri puluhan peserta antara lain Ustazah Zainah selaku narasumber dan Ketua Departemen Dakwah PD Salimah Lampung Selatan, Aan Saputri (Ketua Departemen Humas PD Salimah Lampung Selatan) dan anggota majelis taklim gabungan yang dibina oleh Titik Anggraini.
Majelis taklim gabungan ini terdiri dari majelis taklim Nusaibah yang diketuai oleh Dali, majelis taklim Nurul Qur’an yang diketuai oleh Samiati, majelis taklim Al Izzah yang diketuai oleh Elina dan majelis taklim Al Mahabbatullah yang diketuai oleh Rosyidah.
Dalam sambutannya Titik Anggraini selaku pembina majelis taklim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya untuk praktek pemusalaran jenazah.
Acara ini dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan materi pengurusan jenazah dan praktik pengurusan jenazah yang disampaikan oleh Zainah.
Dalam acara ini, Zainah menyampaikan materi tentang praktik pengurusan jenazah melanjutkan materi yang kemarin mulai dari mengafani jenazah.
Ia juga menyampaikan bahwa kain kafan itu diutamakan dibeli dengan harta sahibul musibah. Jika tidak ada, bisa dibantu dibelikan oleh orang lain.
Kain kafan disunahkan berwarna putih, tapi jika tidak ada boleh warna lain.
Untuk kain kafan laki-laki dipakai 3 helai dan untuk perempuan 5 helai.
Pemakaian kain kafan untuk jenazah laki-laki seperti pakaian ihram dan untuk perempuan seperti memakai pakaian sehari-hari.
Jenazah diberi alas terakhir seperti tikar pandan, jika tidak ada alas juga tidak apa-apa.
Kapas yang ditaburi bubuk kayu cendana juga digunakan untuk menutupi tujuh anggota sujud yang meliputi wajah, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua jempol kaki.
Jika kapasnya banyak, bisa diberi ke seluruh tubuh.
Fungsi dari bubuk kayu cendana untuk membantu memperlambat proses pembusukan jenazah.
Acara yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini sangat antusias diikuti oleh peserta, bahkan ada anggota majelis taklim yang bersedia dijadikan sebagai “calon jenazah”
Ibu-ibu sangat antusias ikut serta memotong kain kafan untuk di bentuk menjadi baju, sarung, jilbab, dalaman wanita dan kain pembungkus tubuh yang akan dipakai oleh “calon jenazah”.
Samiati, peserta, mengatakan, acara ini sangat bermanfaat sekali karena baru kali ini praktik langsung mengurus jenazah.
“Semoga Salimah dapat terus berkontribusi bagi masyarakat melalui program-programnya,” kata Zainah. [Aan Saputri/Salimah Lamsel]

Tinggalkan Komentar Anda