Abdul Haris. | Dokumentasi UTI

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebanyak 80 persen lulusan perguruan tinggi tidak bekerja pada ranah yang sesuai dengan program studi (prodi) kala kuliah.
Data dari Kementerian Pendidikan Kebudaan Ristek ini dikutip Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Abdul Haris tadi malam di Hotel Novotel.
Haris mengemukakan itu kala membuka Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II yang membawahkan Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Bangka-Belitung.
Hadir pada acara itu Kepala LLDIkti Wilayah II Ishaq Iskandar dan pimpinan perguruan tinggi swasta wilayah II LLDikti.
Haris mengatakan, statistik tersebut mesti menjadi perhatian perguruan tinggi. Sebab, ke depan, kesiapan lulusan masuk pasar kerja mesti dikedepankan. Bahkan, ini mesti menjadi prioritas perguruan tinggi.
Haris bilang, yang namanya prioritas itu tidak banyak. Prioritas harus satu atau paling banyak tiga. Jika prioritas ada banyak, bukan prioritas namanya. Termasuk dalam menyiapkan lulusan bekerja sesuai dengan program studinya.
Haris bilang semua kampus mesti menjadikan ini sebagai target utama.
Sekilas Abdul Haris, dikutip dari https://dikti.kemdikbud.go.id/, pria dengan embel-embel Prof. Dr. rer. nat. ini lahir pada 21 September 1970 di Pemalang, Jawa Tengah.
Abdul Haris merupakan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di Universitas Indonesia (UI).
Latar belakang pendidikannya diawali dari pendidikan sarjana dan magister yang ditempuhnya di Jurusan Fisika FMIPA UI. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktor pada bidang Geofisika di Kiel University, Jerman.
Pada tahun 2008–2013, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris FMIPA UI. Selanjutnya pada tahun 2014–2018, menjabat sebagai Dekan FMIPA UI.
Ia melanjutkan jabatan sebagai Dekan FMIPA UI pada tahun 2018–2019 untuk periode kedua hingga akhirnya terpilih menjadi Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia pada tahun 2019–2020.
Terakhir, pada tahun 2020–2024 ia menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia sebelum akhirnya dilantik sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada 15 Maret 2024.
Abdul Haris juga aktif tergabung dan menjabat sebagai Vice President Himpunan Ahli Geofisika Indonesia. Pada tahun 2019, ia juga menjadi Ketua dan Pendiri Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (Lamsama).
Beberapa prestasi dan penghargaan yang pernah diraih antara lain Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X, Honorable Mention Asia Pacific Region Imperial Barrel Award 2017, Penghargaan Prestasi Kerja Luar Biasa dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta penghargaan sebagai Peneliti Terbaik di Indonesia versi SINTA. []

Tinggalkan Komentar Anda