Ridwan Mahenra, M.C.S. (AI), Ketua Center of Excellence Artificial Intelligence UTI. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia hari ini memperkenalkan enam fitur bertajuk AI Service Teknokrat.
Sejumlah jurnalis mengikuti sosialisasi pengenalan fitur AI atau kecerdasan buatan itu.
Ridwan Mahenra, M.C.S. (AI), Ketua Center of Excellence Artificial Intelligence UTI, memberikan penjelasan mengenai AI yang ia kembangkan. Ia didampingi Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Umum yang juga Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Inovasi (LPPMI).
Ridwan mengatakan, AI yang ia kembangkan sudah disosialisasikan kepada mahasiswa dan dosen. Fitur dalam AI Service Teknokrat ini ke depan memudahkan dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Teknokrat.
Meski demikian, kata Ridwan, model yang dikembangkan dalam fitur AI ini ke depan akan terus mengalami perkembangan. Selain itu, juga dibatasi untuk hal-hal tertentu sehingga mahasiswa tetap mengerjakan tugas, misalnya, skripsi, dengan kemampuan sendiri.
Yang bisa dibantu lewat AI, salah satunya dalam hal mencari referensi, contoh dalam sistematika penulisan, dan parafrase.
Parafrase secara umum adalah pengungkapan kembali suatu teks dalam bentuk ataupun kata-kata yang berbeda, api isinya tetap menjelaskan makna yang sama.
Dalam penulisan teks akademik atau karya ilmiah, parafrasa atau parafrase ini menjadi salah satu hal penting dilakukan.
Kapan parafrase dapat digunakan? Parafrase penting digunakan dalam karya jurnalisme, makalah, jurnal, tugas akhir, skripsi, hingga esai.
Ridwan mengatakan, enam fitur dalam AI Service Teknokrat yang berbasis open source itu adalah:
- Ngeliyak.ai
Ngeliyak dalam bahasa Lampung berarti melihat atau me-review jurnal. Dengan AI Ngeliyak ini, pengguna bisa me-review jurnal. Dengan demikian kita bisa membaca rangkuman intisari dari jurnal itu.
Jurnal yang hendak di-review tinggal dimasukkan saja kemudian sistem AI di Ngeliyak ini yang akan bekerja. Pengguna cukup mengetikkan perintah dalam kalimat yang simpel.
- Makeqwise
Ini adalah perangkat untuk membuat kuis atau soal ujian. Dibuat bisa sampai 10 pertanyaan. Pengguna tinggal mengetikkan perintah pembuatan soal bertema apa, kemudian AI yang akan mengejawantahkan dalam bentuk soal, baik pilihan berganda maupun esai.
- Ngubah
Fitur ini untuk parafrase dalam karya tulis. Pengguna tinggal memasukkan artikel yang hendak diparafrasekan. Ini berguna untuk meminimalkan plagiarisme dalam karya tulis yang dihasilkan.
- Stormer
Fitur ini untuk mengetahui ide apa dalam melakukan penelitian. Fitur ini membantu, caranya salah satunya dengan memasukkan judul sebuah penelitian.
Nantinya AI akan memberi beberapa varian judul penelitian lain yang relevan. Sejauh ini, ada limitasi ide penelitian hanya sampai tiga judul.
- Nyusun
Perangkat ini membantu dalam hal menyusun penelitian, dari pendahuluan, metodologi, sistematika penulisan, sampai kesimpulan. Di tools ini, pengguna hanya cukup mengetikkan judul. AI kemudian akan membantu dalam menuliskan pendahuluan, metodologi, sistematika, hasil penelitian, dan lainnya.
Namun, di sini, ada pembatasan teks. AI ini diharapkan memantik saja untuk kemudian tetap dikerjakan mandiri oleh mahasiswa.
- Referfriend
Perangkat ini membantu untuk menemukan referensi. Pengguna tinggal mengetikkan topiknya, AI yang nanti akan menemukan referensinya. Di fitur ini, sejauh ini maksimal akan diperoleh 10 untuk satu kata kunci.
Dr Ryan menambahkan, ke depan, fitur dalam AI Service Teknokrat ini akan terus dikembangkan.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik fitur dalam AI Service Teknokrat ini. Ia berharap semua fitur ini ke depan akan semakin sempurna. []

Tinggalkan Komentar Anda