Salsa Way Lubuk. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Way Lubuk – Pagi yang cerah secerah kehadiran para peserta Sekolah Lansia Salimah (Salsa) Way Lubuk “Sehat Selalu”, Sabtu, 31 Agustus 2024.
Agenda yang rutin diadakan setiap bulannya di pekan terakhir ini diadakan di Masjid Nurul Hidayah, Lubuk Luar, Kalianda, Lampung Selatan.
Kegiatan ini dimotori oleh PC Salimah Kalianda bekerja sama dengan PRa Salimah Way Lubuk.
Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Heru Junaidi beserta Ketua TP PKK Kelurahan Hartati, DPSD Salimah Lampung Selatan Cici Masturoh, Hera Novita mewakili Ketua PD Salimah Lampung Selatan, bidan Kelurahan Desi Wahyuni, Ketua PC Salimah Kalianda Marliani beserta pengurus, dan Ketua PRa Salimah Way Lubuk beserta pengurus serta para peserta.
Kegiatan ini selain bertujuan untuk mempererat silaturahmi antarpengurus, anggota, dan peserta Salsa, juga untuk mengenal gejala-gejala awal penyakit yang biasa menyerang para lansia.
Dalam sambutannya, Lurah Way Lubuk Heru Junaidi mengapresiasi kegiatan Salsa dan diharapkan para peserta bersemangat mengikuti rangkaian acara.
Kegiatan diawali dengan senam dan pembagian susu kedelai serta aneka rebusan makanan bagi peserta.
Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan yaitu pemeriksaan laboratorium dari Pramitra Bandar Lampung bekerja sama dengan Puskesmas Kalianda.
Dilanjutkan dengan lansia mengaji dan terakhir paparan materi tentang modul psikologi dan pengendalian diri oleh Sekretaris PC Salimah Kalianda Sulistia Kurniati yang bekerja sebagai ASN Bbagian Radiologi RS Bob Bazar SKM Kalianda.
Ia memaparkan, kebahagiaan seorang lansia adalah ketika hatinya dan jiwanya merasa tenang dan tenteram. Ketenangan hati/ketenteraman jiwa bisa dicapai dengan meyakini 3 hal, yaitu:
1. Allah adalah Rabb yang Mahabaik. Semua takdir yang Allah tetapkan bagi manusia itu adalah kebaikan, termasuk menjadi seorang lansia.
2. Allah adalah Rabb yang Mahaadil. Ketika Allah mencabut kenikmatan fisik dari Lansia, Allah memberikan dua kenikmatan sebagai penggantinya, yaitu kenikmatan ruh dan kenikmatan spiritual.
3. Masa lansia adalah masa puncak dari kehidupan seorang muslim. Masa ini merupakan masa terbaik untuk menjalankan ibadah dengan kualitas terbaik. Karena seorang mukmin memiliki cita-cita tertinggi, yaitu husnul khatimah.
“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya.” (HR Bukhori). [Marliani/Salimah Kalianda]

Tinggalkan Komentar Anda