Berita Foto

PMM Universitas Teknokrat Indonesia, Mahasiswa Unissula Semarang Nur Latifah Nyaman dengan Masjid Asmaul Yusuf

PMM Universitas Teknokrat Indonesia, Mahasiswa Unissula Semarang Nur Latifah Nyaman dengan Masjid Asmaul Yusuf

Nur Latifah. | Dokumentasi

Nur Latifah. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) angkatan IV sudah berakhir. Mereka yang belajar (inbound) di Universitas Teknokrat Indonesia selama satu semester juga sudah banyak yang bersiap pulang ke daerah masing-masing.

Satu di antaranya adalah Nur Latifah, mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Kepada wartalampung.id, Nur Latifah mengatakan, dari semua tempat di Teknokrat, ia merasa paling nyaman berada di Masjid Asmaul Yusuf kampus setempat.

Kata Latifah, infrastruktur yang dimiliki Teknokrat cukup memadai. Kelas yang dipakai cukup nyaman dan dingin. Cocok untuk udara Bandar Lampung yang lumayan panas.

“Kalau untuk saya tempat paling nyaman adalah di Masjid Asmaul Yusuf dan perpustakaan. Biasanya sembari menunggu pergantian mata kuliah, di tempat itulah saya nyaman menunggu,” kata dia kepada wartalampung.id lewat percakapan WhatsApp.

Nur Latifah mengatakan, kuliah di Teknokrat ini benar-benar membuka wawasannya tentang dunia yang lebih luas lagi. Perkuliahan yang fokus tidak hanya pada pelajaran, tetapi juga pada pengembangan keterampilan mahasiswa.

Ditambah dosen Modul Nusantara yang begitu hebat membimbing semua mahasiswa dari awal masuk ke Teknokrat sampai sekarang.

“Mereka merelakan waktu yang dimiliki hanya demi bersama kami anak-anak PMM, itu luar biasa sekali,” kata dia.

Meskipun kampus swasta, Nur Latifah mengatakan, Teknokrat tidak kalah dengan kampus negeri. Suasana pembelajaran di Teknokrat ini benar-benar membawa ambiens keambisiusan pada dirinya.

“Yang saya hadapi adalah mahasiswa- yang selalu allout dalam mengikuti perkuliahan, baik dari mengerjakan tugas sampai ujian,” ujarnya.

Dia mengatakan, dosen di Teknokrat ini bermacam-macam cara mengajarnya. Kebanyakan di sini selalu diselipkan atau ditekankan yang namanya keterampilan public speaking di setiap mata kuliah.

Ia menilai, mungkin itu adalah standar yang diberikan Teknokrat agar mahasiswa lancar berbicara terutama di prodinya supaya lancar berbahasa Inggris.

Ia juga mengatakan, semua Teknokrat sangat ramah dan dekat dengan mahasiswa. Itu menjadikan mereka lebih mudah untuk berdiskusi saat tidak paham tentang suatu materi.

Selama di Lampung, Nur Latifah dan semua peserta PMM sudah berjalan-jalan ke berbagai tempat, seperti Pulau Pahawang, Sanggar Beach, Museum Lampung, wihara, Tanggamus, Sekolah Rakyat Busa Pustaka, berkeliling kampus yang ada di Bandar Lampung, dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Satu tempat yang paling berkesan adalah di Pulau Pahawang. Itu adalah pertama kali saya bisa renang langsung di laut dan nyata saya bertemu dengan ikan nemo seperti yang ada di film. Itu sangatlah indah, sambil menikmati pemandangan pulau-pulau, dan lautan bersih yang disuguhkan benar-benar indah,” tuturnya.

Menurut Latifah, konsep PMM sudah bagus. Jika diteruskan, mahasiswa lain dari seluruh Indonesia bisa merasakan apa yang ia rasakan juga. Merasakan keindahan dan berbagai tantangan kuliah di pulau orang. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda