Berita Foto Olahraga

Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Silvia Marta Wijaya: Awalnya demi Fashionable, Kini Jalani Hidup Sehat dan Rutin Olahraga

Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Silvia Marta Wijaya: Awalnya demi Fashionable, Kini Jalani Hidup Sehat dan Rutin Olahraga

Silvia Marta Wijaya. | Dokumentasi Pribadi

Silvia Marta Wijaya. | Dokumentasi Pribadi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Siapa di antara kamu yang pernah merasa tidak percaya diri dengan tubuh yang gemuk? Santai. Kamu tidak sendirian kok.

Mahasiswi Univesitas Teknokrat Indonesia Silvia Marta Wijaya juga pernah mengalaminya. Dulu, mahasiswi cantik ini punya berat badan 64 kilogram dan tinggi badan 152 sentimeter. Walhasil, ia merasa tidak percaya diri alias insecure.

“Aku gembul banget,” katanya.

Dari situ ia mulai komitmen untuk berolahraga dan jalani hidup sehat. Bahkan, lumayan diet ketat di awal-awal menjalani program ini.

Kepada wartalampung.id, mahasiswi Sastra Inggris yang sedang magang di Hotel Golden Tulip itu bercerita.

Kata Marta, sapaan akrabnya, ia mulai rutin berolahraga itu sejak dua tahunan terakhir. Setahun terakhir ia menambah porsi dengan rajin olahraga di tempat gym.

Marta dengan jujur bilang, motivasi awalnya itu karena ia ingin tampil tampil lebih fashionable. Apalagi sebagai cewek, wajar untuk tampil dengan modis dan keren. Tapi apa daya, di awal-awal kuliah, Marta malah merasa tidak percaya diri dengan bobot tubuhnya.

“Beli pakaian yang keren juga rasanya enggak begitu berguna karena tubuhku kurang proporsional,” kata dia kepada wartalampung.id lewat pesan tertulis WhatsApp.

Marta bertutur, ia awalnya menjalani joging rutin. Ada sekitar enam bulan ia setiap hari joging. Ia percaya dengan joging tubuhnya lebih bugar dan bisa mengurangi berat badan.

Meski sibuk kuliah dan aktivitas lain, Marta istikamah joging. Pagi sebelum aktivitas kuliah, ia sempatkan joging. Jika tak sempat pagi, sore hari ia joging.

“Kebanyakan joging si PKOR. Selain olahraga, pola makan aku ubah juga. Aku defisit kalori,” kata Marta yang baru selesai program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) di Universitas Dr Soetomo, Surabaya.

Marta juga mengurangi makanan mengandung karbohidrat. Ia memperbanyak makanan mengandung protein.

“Aku juga sama sekali tidak makan dan minum yang manis dan berminyak. Semuanya aku rebus,” kata dia.

Marta memang pernah mendapat komentar bahwa dietnya itu menyiksa. Makanan pun semua hambar.

Walakin, kata dia, pendapat itu keliru.

“Kalau kita cari sekarang, banyak kok makanan olahan yang sehat dan tidak hambar. Aku enjoy aja waktu diet,” ujarnya.

Marta merasakan manfaat diet setelah enam bulan. Berat badan yang semula 64 kilogram, turun menjadi 50 kilogram. Turun sekitar 14 kilogram dalam setengah tahun.

Setelah badannya dirasa proporsional, ia tetap kontinu menjaga pola makan. Ia juga rutin joging.

“Tetap jaga pola makan tapi tidak seketat di awal. Aku juga takut malah jadi kurusan banget,” katanya.

Silvia Marta Wijaya di sebuah tempat gym. | Dokumentasi Pribadi

Setahunan terakhir ini Marta lebih banyak olahraga indoor yaitu gym. Gym sendiri merupakan akronim dari gymnasium.

Secara harfiah, gym dapat kita artikan sebagai tempat atau lokasi untuk melakukan kegiatan latihan dan olahraga, seperti layanan senam, atletik, dan kardio.

“Aku nge-gym karena ingin membentuk otot, mengencangkan badan, dan bikin tubuh makin segar,” katanya.

Secapek apa pun kondisinya, Marta tetap berusaha olahraga rutin di gym. Ia malah merasa lesu kalau meninggalkan aktivitas gym-nya.

“Biar berat badan aku konsisten, massa otot lebih tinggi daripada massa lemak, dan tetap menjaga makanan sehat,” katanya.

Bagi Marta, kesehatan itu penting. Diri sendiri harus sadar.

Walaupun dapat motivasi dari banyak orang, tapi kalau diri sendiri tidak sadar tentang kesehatan, paling rutin olahraga 1-2 hari. Setelah itu, balik lagi ke rutinitas yang kurang sehat.

“Alhamdulillah sekarang jarang sakit. Dulu sebelum rutin nge-gym, sebentar-sebentar sakit, pusing, dan sebagainya.”

Sehat selalu ya, Marta. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda