Mezeza Putri Handiani

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Lampung (Unila) Mezeza Putri Handiani kini sedang sibuk mengerjakan skripsinya. Ia ingin tahun ini kuliahnya rampung dan bisa diwisuda.
Meski sibuk dengan studi, dunia pageant (kontes kecantikan) tetap ia ikuti sampai dengan sekarang.
Eza, demikian sapaan akrabnya, memang tak terlalu banyak catatan mengikuti kompetisi berbasis kecantikan ini.
Akan tetapi, ia punya lumayan pengalaman untuk dibagikan kepada orang lain. Eza bercerita, tahun 2023 ia pernah mengikuti Putri Hijabfluencer. Namun, langkahnya belum jauh.
“Aku sampai semifinal saja, 30 besar,” kata Eza kepada wartalampung.id hari ini lewat pesan tertulis.
Ia juga sempat mengikuti fashion show saat Festival Parekraf di Mal Boemi Kedaton beberapa waktu lalu.
Eza punya alasan kuat mengapa ia masih aktif dalam dunia pageant ini sampai dengan sekarang.
Kata Eza, aktif di sini ia bisa ikut pengembangan keterampilan komunikasi. Sebab, dunia pageant itu melibatkan banyak interaksi sosial yang membantunya mengasah keterampilan berbicara di depan umum dan berkomunikasi dengan percaya diri.
Manfaat lain, lanjut Eza, adalah jaringan. Eza bilang, ia bisa membangun jaringan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, termasuk profesional industri mode dan hiburan.
Itu semua ia yakini dapat membuka pintu untuk kesempatan karier di masa depan.
“Berpartisipasi dalam pageant dan ajang lainnya juga pengalaman pribadi yang mengesankan dan membantu saya mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja tim, dan disiplin diri,” kata alumnus SMAN 14 Bandar Lampung ini.
Di kampus, Eza pernah aktif sebagai anggota Ikatan Bahasa dan Sastra Indonesia (Imabsi), pernah pula aktif di himpunan mahasiswa jurusan, dan UKM FPPI.
Selain senang aktif dalam dunia pageant dan sosial media, Eza juga hobi membuat tulisan, baik puisi maupun antologi cerita pendek.
Salah satu puisi Eza terpilih dalam 30 puisi terbaik kolaborasi puisi yang diselenggarakan oleh CV Halo Penyair Detak Pustaka berjudul “Perjalanan Ketulusan”.
Ia masih menyimpan keinginan untuk lebih banyak mengikuti kompetisi lain.
“Kemungkinan tahun depan mau ikut Duta Bahasa sembari mempersiapkan diri memperdalam ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Eza juga mencermati cara berbahasa generasi sekarang yang acap mencampur-adukkan dengan bahasa asing. Menurut Eza, tren campur aduk bahasa asing dan bahasa Indonesia dalam percakapan anak zaman sekarang dilihat sebagai respons terhadap pengaruh globalisasi, teknologi, dan budaya populer yang semakin meluas.
Ia mendedahkan beberapa faktor yang mungkin memengaruhi tren di antaranya, ekspresi identitas. Maknanya, kata Eza, anak muda sering menggunakan kata atau frasa dalam bahasa asing untuk mengekspresikan identitas atau gaya mereka. Terutama kalau mereka merasa bahwa kata tersebut lebih keren atau menarik.
Kedua, ekspresi kreatif. Menurut Eza, penggunaan bahasa asing dalam percakapan juga dapat dipandang sebagai cara untuk mengekspresikan diri secara kreatif atau untuk membuat humor.
Ketiga, lanjut Eza, adanya pengaruh media sosial. Ia menuturkan, media sosial memainkan peran besar dalam memperluas kosakata anak muda. Hal ini memperkenalkan mereka pada berbagai kosakata dalam bahasa asing melalui konten yang mereka konsumsi.
Tapi, menurut Eza, penting untuk diingat bahwa meskipun campur aduk bahasa bisa menjadi tren, memahami dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik tetaplah penting.
“Kesadaran akan konteks dan situasi penting untuk memastikan bahwa komunikasi efektif terjaga, dan bahwa keberagaman bahasa tetap dihargai,” kata dia.
Maka itu, pada pelaksanaan KKN Unila di Desa Gedung Harapan, eza menjadi Koordinator PLP di SD tersebut. Eza mencetuskan ide untuk membuat acara Edukasi Literasi.
Siswa SD kelas IV sampai V diberikan edukasi pentingnya literasi sebagai pemahaman informasi yang memungkinkan anak untuk membaca, mengevaluasi informasi secara kritis, dan membuat keputusan yang baik.
Kata Eza, literasi juga dapat memberdayakan anak untuk mengambil kontrol atas kehidupn mereka sendiri, membantu mereka menjadi lebih percaya diri, dan berpikir kritis serta kreatif.
Kegiatan ini Eza lakukan bersama rekan-rekan KKN pada tanggal 19 Januari 2024.
Saat ini, Eza sedang mengeksplorasi berbagai pilihan karier yang sesuai dengan minat dan keahliannya. Eza terbuka untuk menjadi bagian dari tim pekerjaan lainnya.
Pemilik akun Instagram @mezezahans ini juga memiliki minat membuka usaha sendiri di bidang yang relevan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. []
Editor: @adiansaputra27

Tinggalkan Komentar Anda