Wina Oktavia. | Dokumentasi Wina Oktavia

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Wina Oktavia sudah mulai tertarik menjadi model saat ia masih kanak-kanak. Waktu kecil Wina sering terpesona dengan kemampuan para model bisa mengekspresikan berbagai karakter dan emosi hanya dengan pose dan ekspresi wajah.
Seiring berjalannya waktu, ia mulai mengeksplorasi lebih dalam tentang dunia model melalui berbagai sumber, baik itu majalah, televisi, maupun media sosial.
Kepada wartalampung.id, alumnus SMK SMTI Bandar Lampung angkatan 2022 itu mengatakan, ia memulai karier di jenjang model pada tahun 2020.
Wina masih sekolah di SMK kala itu. ia mengambil beberapa pekerjaan photoshoot hunting saja. Kemudian setelah itu, ia juga pernah mengikuti beberapa class catwalk model, beauty class/muse, infuencer class, dan bergabung ke dalam manajemen model di Lampung, yaitu MEM Entertainment.
Untuk pencapaian prestasi, Wina juga pernah mengikuti beberapa ajang pageant di Lampung, antara lain
- Juara II Pemilihan Pesona Batik Nusantara Lampung 2021
- Duta Batik Indonesia Lampung 2021
- Queen Hotel Aston 2021 dan mendapatkan golden ticket ke Jakarta
- Juara III Fashion Show HUT SMK SMTI Bandar Lampung
Usai SMK, Wina melanjutkan pendidikan ke Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Lampung pada 2022 hingga sekarang. Saat ini ia sedang mengikuti ajang di pageant Mister Miss Lampung.
“Allhamdulillah kemarin baru lolos Top 5 Catwalk Challenge. Tidak hanya muse saja, tetapi saya juga menerima jasa photo shoot, fashion show, endorse, dan lain-lain,” katanya.
Tantangan menjadi muse atau model khusus makeup memang bisa berjam-jam duduk saja. Wina berusaha mengatasi kebosanan itu.
Kata Wina, menjadi muse memang bisa melibatkan waktu yang cukup lama. Menurutnya, mengatasi rasa bosan itu dengan beragam cara.
Misalnya, berbicara sedikit dengan tim MUA dan fotografer mengenai konsep, selalu memastikan posisi duduk senyaman mungkin pada saat sedang di-makeup, dan hal lainnya.
Wina bilang, ada karakter tersendiri menjadi muse itu. ia mengatakan, dirinya sering membangun hubungan dan komunikasi yang lebih dekat dan lebih kolaboratif dengan MUA dan fotografer di Lampung.
“Ini bisa membawa pengalaman dan relasi yang lebih personal dan mendalam dalam proses kreatif, di mana saya tidak hanya menjadi subjek, tetapi juga sumber inspirasi,” kata dia.
Buat Wina, menjadi muse membuatnya lebih mengenal diri sendiri, baik dari segi fisik maupun emosional.
Kesadaran ini membantu dirinya merawat diri dengan lebih baik melalui pola hidup sehat.
Ia bisa merawat dari ujung kepala hingga ujung kaki, memahami kebutuhan tubuh, dan meresponsnya dengan tepat.
Soal caranya membagi waktu antara model dan waktu kuliah, Wina berusaha selalu membuat daftar prioritas untuk tugas-tugas yang harus diselesaikan.
Misalnya ia membuat jadwal harian dan mingguan yang mencakup semua kegiatan kuliah, waktu belajar, sesi pemotretan, dan latihan modeling.
Berhubungan dengan klien, ia berusaha mengatur jadwal pemotretan yang tidak mengganggu waktu kuliah.
Sebagai seseorang yang terjun ke dunia pageant dan modeling, gadis cantik ini memiliki beberapa cita-cita besar yang ingin dicapai. Salah satunya menjadi top model internasional.
Wina meyakini dengan ikut ajang pemilihan Mister-Miss Lampung 2024, ia mulai meniti ke arah itu.
“Saya juga bercita-cita untuk membanggakan kedua orang tua dengan mewakili Lampung di ajang nasional,” kata dia.
Sukses selalu ya Wina. []

Tinggalkan Komentar Anda