Berita Foto Ruwajurai Lampung Selatan

Mahasiswa KKN Unila di Desa Belambangan Lamsel Inisiasi Furnitur dari Limbah Plastik

Mahasiswa KKN Unila di Desa Belambangan Lamsel Inisiasi Furnitur dari Limbah Plastik

Pengembangan furnitur dari limbah plastik inisasi mahasiswa KKN Unila di Desa Belambangan, Lamsel. | Dokumentasi

Pengembangan furnitur dari limbah plastik inisasi mahasiswa KKN Unila di Desa Belambangan, Lamsel. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Penengahan – Untuk mengatasi sampah plastik, mahasiswa program kuliah kerja nyata (KKN) dari FKIP Universitas Lampung (Unila) telah meluncurkan inisiatif baru yang menarik perhatian yaitu pembuatan furnitur ramah lingkungan menggunakan ecobrick.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 14, 21 dan 28 Januari 2024.

Program ini bertujuan untuk menciptakan solusi berkelanjutan terhadap masalah sampah plastik sambil merangsang kreativitas dan partisipasi masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN bersama pemuda Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, membuat berbagai hasil karya dari plastik yang dimasukkan ke dalam botol, termasuk kursi, meja, dan perabotan lainnya yang dibuat menggunakan ecobrick sebagai bahan utama.

Setiap produk dihasilkan dengan perpaduan desain yang estetis dan kepedulian terhadap lingkungan, mencerminkan semangat untuk mengubah sampah menjadi barang yang bermanfaat.

Selain itu, pelatihan ini juga terdiri dari proses pembuatan furnitur dari ecobrick, mulai dari pengumpulan sampah plastik, pembuatan ecobrick, hingga proses desain dan konstruksi.

Resti Apriliyani, penanggung jawab program kerja ecobrick, memberikan sosialisasi tentang pentingnya praktik-praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana masyarakat dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Menanggapi inisiatif ini, Kepala Desa Belambangan Rahmat menyatakan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa dalam menciptakan solusi inovatif terhadap masalah sampah plastik di desa mereka.

“Kami sangat bangga dengan kreativitas dan semangat kerja keras mahasiswa KKN. Pembuatan furnitur ramah lingkungan ini bukan hanya sekedar mengurangi jumlah sampah plastik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Salah seorang pemudi yang terlibat dalam program ini, Nabila, mengungkapkan kegembiraannya atas kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

“Melalui pembuatan furnitur dari ecobrick, kami berharap dapat menginspirasi orang-orang untuk melihat sampah plastik sebagai sumber daya yang berharga dan tidak hanya sebagai limbah,” katanya.

Program kerja ecobrick ini juga tidak hanya menjadi wadah untuk mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Diharapkan, melalui kolaborasi yang kuat ini, Desa Belambangan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya membangun masyarakat yang lebih sadar lingkungan dan berkelanjutan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda