Berita Foto Nusantara

Mitra Bentala Ajak Multipihak Antisipasi Kerentanan dan Risiko Iklim Sektor Pertanian

Mitra Bentala Ajak Multipihak Antisipasi Kerentanan dan Risiko Iklim Sektor Pertanian

Direktur Eksekutif Mitra Bentala Rizani (kiri). | Sugiono

Direktur Eksekutif Mitra Bentala Rizani (kiri). | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dalam upaya menghadapi akibat situasi perubahan iklim, Mitra bentala mengadakan lokakarya kerentanan dan risiko iklim sektor pertanian di Provinsi Lampung, Senin 19/2/2024.

Dalam lokakarya tersebut menghadirkan beberapa instansi yakni dari Bappeda Lampung, Dinas Pertanian, BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, beberapa NGO, serta petani.

Direktur Eksekutif Mitra Bentala, Rizani, mengatakan, pertanian adalah sektor yang sangat terpengaruh terhadap perubahan iklim seperti yang terjadi di ujung tahun 2023 lalu.

“Misalnya di sawah. Kan kalau tidak ada air, masyarakat tidak bisa melakukan kegiatan budi daya pertaniannya. Kemudian juga, mungkin waktu tanam akan berubah dan itu akan memengaruhi dari sisi pendapatan dan ketersediaan pangan,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat yang menggantungkan penghidupannya dalam sektor pertanian tentu sangat terdampak akibat kemarau. Maka itu, diperlukan perhatian pemerintah dalam menghadapi situasi seperti ini.

Oleh sebab itu, kata dia, menghadirkan langsung petani agar yang akan bercerita tentang situasi yang mereka hadapi pada musim kemarau.

Pihaknya memprediksi tahun 2024 ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, kekeringan bisa saja melanda. Karena itu, kata Rizani, perlu langkah antisipasi untuk menghadapinya.

“Misalnya wilayah itu tidak ada air, maka disiapkan sumur bor atau ada air tapi tidak mengalirkannya maka perlu menyiapkan program yang mendukung antisipasi,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, Provinsi Lampung oleh Bappenas termasuk daerah superprioritas di sektor pertanian. Titik itu berada di Kabupaten Pesawaran, Lampung Timur, dan Lampung Selatan, serta beberapa kabupaten lainnya. Lampung dikenal juga sebagai wilayah lumbung padi. [Sugiono]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda