Mahasiswa KKN Unila tanam toga di Sragi, Lamsel. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Sragi – Untuk investasi kesehatan masa depan, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) di Desa Margajasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, membuat program kerja menanam tanaman obat keluarga (toga).
Program KKN tanam toga merupakan upaya nyata mahasiswa untuk berkontribusi dalam melestarikan lingkungan dan memajukan kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat dan dedikasi, mengajak masyarakat dan ibu-ibu PKK untuk terlibat secara aktif dalam penanaman tanaman toga yang memiliki nilai ekologi dan ekonomi.
Dalam rangkaian kegiatan KKN tanam toga, mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek penanaman, tetapi juga mengedukasi masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga ekosistem dan memanfaatkan tanaman toga secara optimal.
Selain aspek lingkungan, program ini juga melibatkan dimensi sosial. Mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi mereka, dan memberikan pemahaman tentang manfaat tanaman toga untuk kesehatan dan perekonomian.
Adapun Tim KKN yang berhasil menjalankan program kerja ini beranggotakan 9 orang yaitu, Aria Prasetyo, Resvy Febriafrina, Meilin Puspita Sari, Dina Silviana, Khatami Hammam, Anjelita Amanda Aprilia, Adelia, Nesti Rahmadina, dan Anisya Nurholiza, serta dewan pembimbing lapangan (DPL) Sumargono.
Sebelum terlaksana pada Rabu, 7/2/2024, tim KKN telah melakukan riset terkait jenis tanaman toga yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan tanaman tersebut dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Setelah penanaman, mahasiswa terlibat dalam pemeliharaan tanaman, memberikan pelatihan kepada masyarakat, dan memonitor pertumbuhan tanaman secara berkala.
Lebih dari pada itu, program ini juga dapat menjadi wahana edukasi bagi masyarakat dalam hal pertanian berkelanjutan.
Mahasiswa memberikan pengetahuan tentang teknik bercocok tanam yang ramah lingkungan dan memberdayakan masyarakat dalam mengelola lahan pertanian mereka secara efisien.
Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan dan sosial, tetapi juga memberikan dampak positif dalam pengembangan sektor pertanian lokal.
Aria Prasetyo, koordinator desa, mengungkapkan tujuan dari program kerja tanam toga.
Ia berterima kasih kepada seluruh warga desa yang menyempatkan waktunya untuk hadir dan mengapresiasi program kerja ini.
“Program kerja KKN ini holistik. Tanam toga bukan sekadar kegiatan tanam-menanam, melainkan sebuah perjalanan panjang menuju perubahan positif. Dengan melibatkan semua pihak, termasuk mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat, program ini memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan yang berkesinambungan dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” kata Aria Prasetyo dalam rilis kepada wartalampung.id hari ini. []

Tinggalkan Komentar Anda