Berita Foto Ruwajurai Lampung Timur

Mahasiswa Itera Sosialisasi Tes Buta Warna Daring Metode Ishihara dan Cegah Stunting

Mahasiswa Itera Sosialisasi Tes Buta Warna Daring Metode Ishihara dan Cegah Stunting

Kegiatan mahasiswa KKN Itera di Desa Nampirejo. | Dokumentasi

Kegiatan mahasiswa KKN Itera di Desa Nampirejo. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Batanghari – Mahasiswa KKN Itera mengadakan sosialisasi impelementasi tes buta warna daring dengan metode ishihara. Mereka juga melakukan sosialisasi untuk mencegah stunting atau tengkes atau gagal tumbuh kembang pada anak.

Kegiatan ini disertai pembagian tablet penambah darah di Desa Nampirejo, Kecamatan Baranghari, Lampung Timur, 12 Januari 2024 yang lalu.

Implementasi tes buta warna berbasis daring menggunakan metode ishihara berbentuk kuis sederhana adalah langkah pertama yang bertujuan untuk mengindikasi adanya buta warna parsial pada remaja di desa ini.

Buta warna parsial juga dikenal sebagai daltonisme parsial, mengacu pada kondisi seseorang yang mengalami kesulitan dalam membedakan beberapa warna tertentu.

Tes buta warna umumnya dilakukan saat seseorang ingin mendaftar pekerjaan atau perguruan tinggi, khususnya untuk profesi yang memerlukan ketajaman penglihatan warna seperti pilot, pramugari, atau pekerja di bidang desain grafis.

Kerja sama dengan perangkat desa dan bidan desa diharapkan dapat mengembangkan kuis buta warna ini menjadi aplikasi medis sederhana yang dapat digunakan oleh remaja ketika ingin mengikuti tes buta warna.

Kedua, sosialisasi cegah tengkes. Program kerja kedua ini diangkat karena terdapat beberapa kasus stunting yang terjadi di desa.

Hal tersebut mendorong mahasiswa membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang pada anak, disertai dampak pernikahan dini yang berkaitan dengan kondisi stunting pada anak.

Remaja menjadi sasaran utama terkait sosialisasi ini dikarenakan pada usia ini mereka berada dalam tahap perkembangan fisik, emosional, dan sosial yang penting. Pernikahan dini pada remaja dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan reproduksi dan perkembangan mereka.

Ketiga, pemberian tablet penambah darah. Kegiatan ini didukung oleh pihak terkait yaitu bidan desa yaitu Puji Asriyani.

Tablet penambah darah sangat penting untuk remaja wanita karena pada masa pubertas, tubuh mereka mengalami pertumbuhan yang pesat dan memerlukan suplai darah yang cukup.

Kekurangan zat besi atau anemia dapat memengaruhi kesehatan dan energi mereka, menyebabkan kelelahan, pusing, dan penurunan konsentrasi.

Oleh karena itu, tablet penambah darah membantu memenuhi kebutuhan zat besi, mencegah anemia, dan menjaga kesehatan fisik serta kesejahteraan remaja wanita selama fase perkembangan yang krusial ini.

Di mana dosis yang diberikan yaitu 1 minggu sekali ketika tidak menstruasi dan 1 hari sekali Ketika menstruasi. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda