MDH Community. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Seleksi calon anggota komunitas MDH (Memimpin Dari Hati) angkatan ke-5 resmi berakhir setelah kelas manajemen keuangan.
Kelas yang berlangsung pada hari Minggu, 28/1/24 bertempat di Sekolah Islam Terpadu Ar-Raihan Bandar Lampung. Sebanyak 170-an anggota yang hadir memenuhi seleksi akhir calon anggota angkatan ke-5 dari 250-an anggota yang terdaftar sebelumnya.
MDH Community adalah komunitas bisnis emak-emak yang didirikan oleh Dian Dwi Agustin, pemilik Rumah Makan Sambel Alu dan Rokez Roti Keset bersama Ummu Aqila dan kawan-kawan lainnya, sejak 7 Agustus 2020 lalu.
Memasuki usia yang ke-4 tahun, MDH Community semakin banyak diminati oleh para emak se- Lampung. Ini terlihat dari antusias saat dibukanya pendaftaran anggota angkatan baru.
Total anggota MDH Community dari sejak berdiri hingga hari ini mencapai 500 lebih yang berasal dari latar belakang dan merek bisnis yang berbeda.
Memang sebelum menjadi anggota resmi komunitas MDH, para calon anggota harus memenuhi kewajiban terlebih dahulu yakni, mengikuti 3 kelas wajib di antaranya kelas buka langsung laris, kelas sumber daya manusia, dan kelas manajemen keuangan.
Mereka juga wajib mengumpulkan tugas di setiap kelasnya. Jika di salah satu kelas calon anggota berhalangan hadir, calon anggota itu akan gugur dan bisa mengikuti kelas dari awal di angkatan selanjutnya.
Kelas manajemen keuangan membahas permasalaahan besar yang terjadi di UMKM, tugas bisnis pemilik, fungsi laporan keuangan, cara menentukan target omzet, cara menyimpan keuangan usaha, sampai membuat laporan keuangan sederhana.
Materi yang disampaikan Dian Dwi Agustin merupakan salah satu cara yang telah diterapkan di bisnisnya hingga besar sampai hari ini.
Dian juga mengatakan di sesi akhir materinya.
“Setiap bisnis yang berkembang pasti bermasalah, jika dia merasa tidak punya masalah, berarti dia yang bermasalah.”
MDH Community dibentuk dengan visi-misi sebagai wadah untuk belajar bisnis dan meningkatkan kapasitas diri secara pribadi, tempat berbagi, dan tempat silaturahmi mengembangkan jaringan.
Juga tempat untuk membuat kekurangan menjadi kelebihan, mengubah cara pandang pedagang menjadi pebisnis, serta mempelajari 4 pilar bisnis sebagai fundamental berdirinya bisnis, belajar teknis dan strategi bisnis, dengan tujuan untuk menguatkan diri, menguatkan keluarga, menguatkan bangsa dan agama untuk menjadi kendaraan menuju surganya Allah swt. [Desliyani Natalia]

Tinggalkan Komentar Anda