Dinda Indah Jelita. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Sinjai Barat – Malam pergantian tahun yang baru lalu cukup membekas pada diri dara cantik Dinda Indah Jelita. Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia ini tak menjalani malam pergantian tahun di kota kecintaan.
Akhir tahun 2023 lalu ia mesti di tanah Celebes. Dinda selama satu semester ini kuliah di Universitas Fajar, Makassar, Sulawesi Selatan. Dinda menjadi satu dari lima puluhan mahasiswa Teknokrat yang terpilih ikut pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) inisiasi Kemendikbud Ristek.
Salah satu yang ia jalani dalam program ini adalah Modul Nusantara. Lantaran itu juga selama empat hari sampai awal tahun 2024 Dinda berada di lokasi yang lain: Kampung Galung.
Dikutip dari beragam sumber, Kampung Galung Sinjai, Sulawesi Selatan, ini adalah sebuah permata tersembunyi yang terus berkembang beberapa tahun belakangan.
Objek wisata ini akhirnya dilirik dan dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam rangka pencanangan 11 desa wisata tingkat Kabupaten Sinjai.
Nama Kampung Galung diambil dari bahasa setempat, yakni bahasa Makassar dialek Konjo yang berarti “sawah”.
Objek wisata yang bertempat di Dusun Pussanti, Desa Barania, ini berjarak sekitar 115 km dari Makassar, dan 45 km dari pusat kota Sinjai.
Perjalanan yang memakan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam menggunakan mobil ini melalui jalanan meliuk-liuk dan sempit yang menjadi satu tantangan tersendiri.
Sebab, mobil berjalan sisi pegunungan dengan jurang terjal untuk sampai ke Kampung Galung.
Sungguh perjuangan yang sepadan demi mengunjungi permata tersembunyi yang masih malu-malu ini.
Dinda bercerita, hari pertama ada di lokasi ini, ia dan teman-teman PMM yang lain menikmati suasana perdesaan yang kental. Uniknya, di tengah sawah ini ada kolam renang.
Tak hanya rombongan PMM, wisatawan lokal juga banyak yang ke sana saat akhir tahun.
Hari kedua, kata Dinda, diisi dengan berkemah.
“Sebelum itu, kami persiapan segala kebutuhan buat camping dan bakar-bakar untuk melengkapi malam pergantian tahun,” kata Dinda kepada wartalampung.id hari ini lewat percakapan WhatsApp.
Kata Dinda, di malam pergantian tahun itu ia dan teman-teman juga mempersiapkan pesta petasan tepat pergantian tahun 2023 ke 2024. Wah, seru ya.
Dinda mengakui, ia menikmati saat-saat itu. suasana santai dengan mengobrol sesama peserta PMM dan pesta barbeku.
“Jujur, Kak, kesempatan Modul Nusantara kali ini bener-bener seru, walaupun sedih juga yang biasanya tahun baru pasti ngerayain bareng keluarga, tahun ini ngerayainnya sama orang-orang baru,” ujar Dinda.
Dinda bersyukur berada di komunitas para peserta PMM yang sangat baik dan dengan pembimbing yang sangat perhatian.
“Kami saling support untuk tetap semangat berbagi cerita. Bahkan semua penuh canda tawa. Jadi, sedih jauh dari keluarganya hilang, Kak.”
Di hari ketiga sebelum pulang, mereka berkesempatan bermain Air Terjun Salu Birayya Barania.
“Wisata ini enggak ada pungutan biaya masuk. Cuma untuk ke Air Terjun Salu Birayya Barania harus melewati hutan. Jaraknya tidak begitu jauh kok. Tiga puluh menit jalan kaki,” katanya.
Dinda juga senang dengan respons warga setempat.
“Mereka ramah banget. Kami di sini disediakan dua rumah, satu buat yang cowok, satu buat yang cewek.” []

Tinggalkan Komentar Anda