Tarian sembah batin membuka Muhdarah Kubra di asrama 1 Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung. | Annisa Salsabila Firdausia

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Gemerlap lampu sorot menerangi para penari di atas panggung di dalam gedung asrama Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung, Sabtu malam lalu, 2/12/2023, sekitar pukul 20.10.
Mereka berenam menari dengan anggun. Pakaian mereka yang berwarna merah dan membawa semacam tampah di atas kepala. Hebat sekali bisa menari sambil membawa sesuatu di kepala.
Ada seorang gadis yang berperan sebagai ratu. Ia membawa kotak emas dan mengenakan siger yang besar kemudian berjalan di belakang mereka dan menari di tengahnya.
Di belakang sang ratu, ada seorang gadis yang berpakaian seperti prajurit kerajaan yang memegang payung dan tiga lainnya laki-laki berdiri tegap bak penjaga istana memegang bambu atau mungkin pedang.
Mereka menari dengan indah selama kurang lebih lima menit dan membuat penonton kagum. Kagum karena mereka cantik. Kagum karena mereka anggun. Kagum karena warna kostumnya yang berwarna merah.
Ternyata nama tarian itu adalah sembah batin. Tari sebagai penghormatan kepada tamu undangan.
Zaman dahulu biasa ditampilkan untuk acara kerajaan. Setelah selesai menari, mereka mengucapkan selamat datang kepada hadirin.
Malam yang indah dan penuh sorot lampu kala itu membuat seluruh audiens terhanyut dalam kagum. Tirai merah pun ditutup. Persembahan tari sebagai awal Muhadarah Kubra di mahad itu usai sudah. [Annisa Salsabila]

Tinggalkan Komentar Anda