Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Ngemis Tapi Tubuh Sehat Mesti Malu dari Basrinat, Umur 90 Tahun Masih Dagang Kue di Jalan Bengkulu Pasar Tengah

Ngemis Tapi Tubuh Sehat Mesti Malu dari Basrinat, Umur 90 Tahun Masih Dagang Kue di Jalan Bengkulu Pasar Tengah

Basrinat penjual kue di Jalan Bengkulu. | Yunisah Epriani

Basrinat penjual kue di Jalan Bengkulu. | Yunisah Epriani

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kalau ada pengemis baik pria maupun wanita dengan tubuh segar bugar tapi masih meminta-minta, mesti malu dengan Basrinat. Di lampu merah kadang kita jumpai peminta-minta dengan kondisi fisik sehat dan bugar. Berjalan pun tegap.

Sementara Basrinat, dengan usia yang sudah 90 tahun, masih semangat bekerja menjajakan kue. Basrinat merantau dari Sumatera Barat ke Lampung pada tahun 1963. Mbah, begitu biasa di dipanggil orang.

Saban hari ini mangkal di Jalan Bengkulu, Pasar Tengah. Ia menjual beragam kue. Ada cucur, lemang tapai, wajik, dan lainnya. Harga satuannya Rp2.000 kecuali lamang tapai yang ia jual Fp20 ribu lenjer kecil dan Rp40 ribu untuk ukuran lenjer besar.

Basrinat menjaga senyum kepada setiap calon pembeli. Ia memang sudah berniaga kue sejak masih gadis. Ia mengaku, menghidupi dua anaknya sampai besar dengan hasil dari berniaga kue.

Basrinat mempunya 3 orang anak. Suaminya sudah berpulang tiga tahun lalu. Dua anak Mbah ini sudah berkeluarga dan punya rumah masing-masing serta tinggal di luar Bandar Lampung.

Satu anaknya tinggal bersamanya di bilangan Kelurahan Kaliawi, dekat Simpur Center Bandar Lampung. Anak yang masih ikut dengannya itu saban hari membantu Basrinat.

“Ia biasanya membakar lemang,” kata Basrinat.

Basrinat tetap menjaga kualitas kue yang ia bikin sendiri. Ia tidak mau ada perubahan rasa dari kue yang ia bikin dan jajakan.

“Saya diajari dari kecil sama orangtua untuk jaga kualitas kue yang dijual,” kata dia.

Basrinat mengatakan, pendapatannya tidak menentu setiap harinya. Yang penting baginya adalah terus bekerja dan membuat serta menjual kue.

“Asal cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” tutupnya. [Yunisah Epriani]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda