Berita Foto Advertorial

Mahasiswi Cantik Universitas Teknokrat Indonesia Dinda Indah Jelita Kunjungi Balla Lompoa

Mahasiswi Cantik Universitas Teknokrat Indonesia Dinda Indah Jelita Kunjungi Balla Lompoa

Dinda Indah Jelita. | Dokumentasi

Dinda Indah Jelita. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Gowa – Mahasiswi cantik asal Universitas Teknokrat Indonesia Dinda Indah Jelita kemarin berkesempatan mengunjungi salah satu destinasi budaya di Sulawesi Selatan, Museum Balla Lompoa.

Dinda sudah memulai Modul Nusantara dalam konteksnya menjadi peserta pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) inisiasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek.

Dinda selama satu semester ke depan akan berkuliah di Universitas Fajar, Makassar. Dinda mengaku sangat terkesan dengan kunjungannya kemarin itu.

Menurut dia, Museum Balla Lompoa ini, berdasar catatannya kemarin, didirikan pada tanggal 11 Desember 1973. Balla Lompoa diartikan rumah besar atau istana bagi raja-raja dari Kerajaan Gowa.

Museum ini dibangun di areal seluas 7.663 meter persegi pada tahun 1936 di masa Raja Gowa ke-XXV. Luas bangunan kayu 1.144 meter persegi.

Bangunan ini terbuat dari bahan kayu jati bercorak arsitektur tradisional. Ada juga terdapat teknik modern di beberapa bagian tertentu, misalnya, di persambungan kayu menggunakan baut, bahkan bagian dapurnya menggunakan bahan batu bata.

Jenis koleksi yang terdapat di Museum Balla Lompoa seperti koleksi sejarah, etnografi, numismatik, dan heraldik. Koleksi histori terdiri dari seperangkat alat-alat kerajaan seperti:

Salokoa mahkota yang terbuat dari bahan emas murni, beratnya 1.766 gram. Salokoa adalah wujud kebesaran Raja Gowa yang dipakai pada upacara pelantikan atau penobatan raja.

Ponto janga-jangaya:  gelang tangan dari bahan emas berbentuk naga yang melingkar dengan dua kepala yang mulutnya terbuka. Gelang ini merupakan tanda kebesaran Raja Gowa yang digunakan pada upacara pelantikan/penobatan raja Gowa.

Kotara, yaitu rantai emas panjang seberat 270 gram. Ini adalah tanda kebesaran raja yang bernama I Tani Samang (yang tidak ada namanya)

Waktu kunjungan yang disediakan pihak museum dimulai hari Senin sampai dengan Kamis pukul 08.00-13.00 WITA. Hari Jumat dibuka pukul 08.00-11.00 WITA sedangkan hari Sabtu pukul 08.00-12.00 WITA.

Sedangkan untuk tiket masuk tidak ditentukan bayarannya atau sukarela.

Dinda menceritakan, Museum Balla Lompoa juga dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang administrasi, gudang, ruang konservasi, auditorium, ruang pameran tetap, ruang administrasi, dan ruang preparasi.

Alamat Museum Balla Lompoa di Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 44 Sungguminasa, Kecamatan Samba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Dinda senang mengenal budaya dan tempat-tempat bersejarah di Sulawesi Selatan ini. Ia terkesan karena di sana semua peninggalan budaya dirawat dengan baik. Hal itu membuat pengunjung mendapati banyak khazanah budaya mereka.

Dinda juga ingin di Lampung semua aset sejarahnya dipelihara dengan baik. Apalagi Lampung juga menyimpan khazanah yang sarat dengan budaya.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyatakan kampus bersyukur Dinda sudah mulai menjalani modul Nusantara sebagai bagian dari PMM.

Ia berharap Dinda mampu menjalani masa PMM dengan baik di Makassar. Ia juga mendorong Dinda dalam kesempatan lain menjelaskan budaya Lampung di Makassar. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda