Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA dan maskot. | Adian Saputra

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Suasana pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Teknokrat Indonesia hari ini sangat meriah. Acara yang diadakan di Gelanggang Mahasiswa Dr HM Nasrullah Yusuf itu berbeda dari tahun sebelumnya.
Para mahasiswa baru disuguhkan dengan tayangan video ketika mereka melakukan paper mob membentuk beberapa kata seperti UTI, FTIK, FSIP, FEB, dan Sang Juara.
Suasana makin ceria dan meriah ketika maskot kampus berwujud tyrex dinosaurus masuk ke lokasi acara. Panitia kemudian memutar jingle PPKMB ini yang disambut sahutan semua mahasiswa baru.
“Siapa kita, kitalah mahasiswa. Siapa kita, kitalah Indonesia. Siapa kita kitalah Sang Juara”.
Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA, semua wakil rektor, dekan, dan wakil dekan serta para dosen kemudian larut dalam kegembiraan ikut menyanyi bersama.
Si Dino menjadi sosok yang unik hari ini. Ia lentur berlenggak lenggok mengikuti nyanyian yang mengiringi. Ia juga dengan piawai menyapa semua mahasiswa dengan menggerak-gerakkan tangan, tubuh, dan bagian ekornya.
Saat hendak berfoto bersama, ada kejadian lucu. Beberapa panitia meminta Si Dino maju karena bagian ekornya mengenai tanaman yang menghiasi deretan depan panggung utama.
Tak sampai di situ, semua panitia yang hadir beserta dosen juga berfoto dengan maskot kebanggaan Universitas Teknokrat Indonesia ini.
Bedanya, kali ini titik foto persis di depan Monumen Jurasic yang berdiri tegak patung tyrex dinosaurus.
Kata Rektor, di Teknokrat sengaja dibuat monumen jurasik dengan k dinosaurus tyrex. Menurut Rektor, monumen itu menggambarkan bahwa dinosaurus itu musnah.
Walaupun dinosaurus itu besar, gagah, dan garang, dan tyrex itu tidak ada yang bisa melawannya, tetap musnah karena tidak bisa beradaptasi dengan alam.
“Musnah karena tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Nasrullah kepada seribuan mahasiswa baru yang hadir.
Ia menjelaskan, maknanya adalah manusia juga akan punah jika tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kata Rektor, kita akan tertinggal, kita akan menjadi orang susah, sehingga menjadi orang yang meminta-minta serta menyusahkan masyarakat dan keluarga.
“Janganlah kita menjadi jurasik. Marilah kita beradaptasi dengan perubahan ini,” ujarnya.
Nasrullah berpesan kepada mahasiswa baru agar menjaga sopan santun, menyayangi orangtua, dan menghormati para dosen. []
