Berita Foto Ruwajurai Pesawaran

Muslimat Dewan Dakwah Pesawaran Kajian Rutin dan Dapur Kuliner

Muslimat Dewan Dakwah Pesawaran Kajian Rutin dan Dapur Kuliner

Muslimat Dewan Dakwah Pesawaran. | Dokumentasi

Muslimat Dewan Dakwah Pesawaran. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Gedongtataan – Kegiatan Muslimat Dewan Dakwah (MDD) kabupaten Pesawaran, berawal dari keinginan untuk membantu, memberdayakan dan meningkatkan aktivitas muslimah di desa binaan. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari lurah setempat dan ketua Muslimat Desa Pujodadi, Pesawaran.

Kegiatan kali ini dilaksanakan menjelang Idulkurban mengambil tema “Keikhlasan memaknai Kurban”. Tema ini dibawakan apik oleh ketua Muslimat Dewan Dakwah (MDD) Kabupaten Pesawaran Setioningsih di Masjid Jamiatul Pujodadi, Ahad, 25/6/2023.

Setioningsih mengatakan, hakikat dan contoh pelaksanaan kurban dalam Alquran tercatat sejak zaman Nabi Adam as. Kurban yang bermakna mengalirkan darah pertama kali dilakukan oleh anak Nabi Adam yang bernama Habil.

Habil, kata dia, adalah manusia pertama yang dibunuh oleh Kabil. Habil dibunuh karena kurban yang dilakukannya diterima oleh Allah swt sedangkan kurban dari Kabil tidak. 

Artinya, berdasarkan aturan, jika kurban yang diterima oleh Allah swt, pemenangnya akan dinikahkan dengan Iklima yang mempuyai paras lebih cantik dari lainnya.

Karena merasa tidak terima dengan keputusan ayahnya, timbulah sifat hasad Kabil untuk membunuh Habil.

Dalam materinya, Setioningsih juga menceritakan, kisah kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dan Ismail as, dalam materi yang disampaikan, mengandung makna bahwa setiap manusia yang mengaku beriman akan diuji.

“Setiap ujian yang datang kepada kita pada hakikatnya adalah untuk mengetahui kemurnian iman kita. Seperti yang tersebut dalam Alquran surat Al-Ankabut ayat 2-3: “Apakah manusia akan dibiarkan mengatakan, “kami telah beriman”, padahal mereka belum diuji? Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang berdusta.”

Usai dari dari penyampaian materi inti, dilanjutkan dengan acara bazar pakaian dan tutorial membuat pempek yang dipandu Siti Julaeha.

Anggota Muslimat antusias saat praktek membuat pempek karena semua ingin praktik dan mencicipinya.

“Muslimah Dewan Dakwah siap berbagi dan menebar manfaat untuk umat,” tutup Setioningsih. [Anisa/Harni]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda