Berita Foto Opini

Opini: SEA Games 2023 Tak Seharum Bunga Kamboja

Opini: SEA Games 2023 Tak Seharum Bunga Kamboja

Bunga Kamboja. | Dokumentasi Getty Images/iStockphoto/letty17/Detik.com

Bunga Kamboja. | Dokumentasi Getty Images/iStockphoto/letty17/Detik.com

Oleh Fahmi Kurnia Putra, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung

Kamboja terpilih menjadi tuan rumah perhelatan SEA Games 2023 yang dimulai pada hari Jumat, 5 Mei 2023, di Techo National Stadium Morodok. Perhelatan akbar ini cukup mewah dan meriah. Namun ada beberapa kekurangan pelayanan dari panitia lokalnya.

Kekurangan itu terlihat dari beberapa ketidaksiapan Kamboja yang sudah terlihat pada H+1 selepas upacara pembukaan. Beberapa venue cabang olahraga terlihat tidak siap.

Bahkan, pelayanan kurang baik Kamboja juga terjadi dalam pembagian kamar di penginapan atlet. Ada beberapa atlet Indonesia yang tidak kebagian kamar padahal masih banyak yang kosong.

Seharusnya pihak panitia sudah mempersiapkan dengan teliti ketersedian kamar untuk para atlet dan memastikan setiap venua cabang olahraga sudah siap.

Tidak hanya di situ, kekurangan lainnya terjadi dalam menyelenggarakan lomba lari maraton yang pada perlombaan lampu start tidak menyala. Bahkan, saat panitia ingin memperbaikinya, mereka terlihat kekurangan alat yang memadai.

Selain itu, ketidaksiapan Kamboja terlihat pada saat upacara penyerahan medali cabang atletik nomor maraton individual putra dan putri.

Upacara tersebut dilakukan malam hari, tetapi penerangannya hanya dilengkapi dari lampu mobil. Hal ini turut menjadi topik yang banyak diperbincangkan karena seharusnya perlombaan tingkat internasional sudah menyiapkan semua alat yang akan digunakan dalam melaksanakan lomba.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia di SEA Games 2023, Lexyndo Hakim, menyoroti kekurangan dari SEA Games 2023 di Kamboja ini. Dia pun bergegas menegur panitia agar segera membenahi setiap kekurangan yang terlah terjadi.

“Kami mengapresiasi opening ceremony SEA Games 2023 sudah sangat bagus. Namun, sebuah kepanitian tidak hanya diukur dengan upacara pembukaan yang mewah, tapi juga konsistensi pelayanan yang baik selama even berlangsung,” kata CdM Lexyndo Hakim dikutip dari sejumlah media massa.

Bentuk lain dari ketidaksiapan Kamboja terindikasi dengan melakukan kecurangan pada cabang olahraga badminton.

Kamboja dengan sengaja membuat aturan cabang olahraga tersebut hanya bisa diikuti Myanmar, Laos, Brunei, dan Timor Leste. Karena 4 negara tersebut tidak mempunyai kekuatan besar di cabang olah raga badminton. Dengan alasan mereka ingin memberi kesempatan kepada negara negara tersebut untuk bisa berpartisipasi.

Peraturan seperti ini tidak seharusnya dibuat karena seluruh negara ingin ikut berpartisipasi memenangkan medali emas dan unggul dalam jumlah perolehan medali.

Tidak berhenti di situ. Kecurangan lainnya terlihat saat pertandingan badminton mixed team Kamboja dengan indikasi bahwa pemain putri mixed team Kamboja Chourng Meng dicurigai sebagai pemain asal China bernama Zhou Meng.

Hal ini seharusnya tidak Kamboja lakukan. Seharusnya mereka dengan jujur mengirim pemain asli Kamboja walaupun hasilnya tidak begitu baik daripada berbohong menggunakan pemain asal negara lain.

Kecurangan lainnya terjadi pada cabor pencak silat. Khususnya pencak silat Indonesia yang tiba-tiba didiskualifikasi.

Pertandingan sudah mau berakhir dengan skor 61-43, Safira Dwi Meilani tiba tiba saja dianggap cedera dan didiskualifikasi oleh wasit. Terjadi miskomunikasi, saat itu wasit mengira Safira mengalami cedera padahal ia tidak mengalami cedera sedikit pun.

Beruntung medali emas berhasil direbut kembali setelah Indonesia mengajukan banding atas tindakan kontroversial dari wasit. Miskomunikasi seperti seharusnya tidak terjadi dan sebelum mengambil keputusan wasit seharusnya memeriksa terlebih dahulu apakah cedera tersebut benar-benar terjadi atau tidak.

Dapat disimpulkan bahwa SEA Games 2023 di Kamboja memiliki banyak kekurangan dan kecurangan. Padahal itu seharusnya tidak terjadi dalam perlombaan olahraga tingkat internasional.

Sayang sekali, perhelatan ini tak mengharumkan nama Kamboja. Padahal, kemboja, kamboja atau semboja (Plumeria) adalah sekelompok tumbuhan dalam genus Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang namun tebal. Bunganya yang harumnya sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda