Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM (kanan) bersama perwakilan Kominfo usai tanda tangan kerja sama. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia terpilih menjadi kampus pertama yang digandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk pelatihan metaverse. Kegiatan ini merupakan rangkaian program pelatihan “Thematic Academy (TA)” di bawah program unggulan Kominfo yaitu Digital Talent Scholarship yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital ke berbagai kalangan.
Pada kesempatan ini, Kemkominfo mendorong kerja sama beberapa pemangku kepentingan dalam mencanangkan dan mengimplementasikan metaverse untuk kepentingan masyarakat di era digital. Untuk itu, Kemkominfo berupaya untuk mempersiapkan talent dari mahasiswa dan akademisi di Indonesia dan memilih mitra industri yaitu WIR Group untuk mengembangkan metaverse di Indonesia.
Metaverse ini diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dikembangkan dan akan diimplementasikan secara bertahap hingga tahun 2024.
WIR Group sebagai perusahaan teknologi software metaverse Indonesia telah mempresentasikan prototipenya pada kegiatan pelatihan ini. Sebagai bagian dari kerja sama ini, WIR Group juga mengajak perusahaan global Meta (Facebook) dan Microsoft untuk mengembangkan perangkat keras seperti kacamata augmented dan virtual reality.
Rencana kerja sama publik, swasta, dan perusahaan ini diharapkan dapat menginisiasi metaverse versi Indonesia yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.
Deskripsi sederhana Facebook tentang metaverse adalah kumpulan ruang virtual tempat seseorang dapat berkreasi dan menjelajah dengan pengguna Internet lain yang tidak berada di ruang fisik yang sama dengan orang tersebut.
Metaverse memungkinkan Anda pergi ke konser virtual, bepergian di berbagai tempat (virtual tour), membuat atau melihat karya seni, dan membeli pakaian digital. Metaverse juga diartikan sebagai alam semesta kolaboratif yang menggabungkan interaksi manusia dengan avatar dan berbagai produk dan layanan di dunia digital yang nyata dan tanpa batas di mana semuanya dapat terjadi secara bersamaan dan paralel.
Metaverse memberikan peluang besar bagi orang untuk terhubung, bekerja, belajar, dan berkreasi. Tentu saja, ini bukan hanya untuk “bermain” atau berdagang NFT (Non-Fungible Token). NFT adalah aset digital yang mewakili barang asli yang tidak dapat digunakan sebagai pertukaran, tetapi dapat diperdagangkan seperti aset fisik.
Dr. Said Mirza Pahlevi selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Perangkat Penyelenggaraan Pos dan Informatika dalam sambutannya menyampaikan bahwa UTI dipilih menjadi tuan rumah karena UTI adalah kampus satu-satunya di Indonesia yang sudah memulai mengembangkan metaverse.
Dibuktikan sejak Oktober 2022 yang lalu, Teknokrat telah mengadakan program pengabdian kepada masyarakat yaitu memberikan pelatihan Metaverse bagi siswa SMA/SMK di Lampung.
Dengan antusiasme ini, Teknokrat tidak memulai dari awal, namun tinggal melanjutkan memberikan pelatihan yang lebih teknis untuk mahasiswa UTI agar implementasi metaverse Indonesia dapat segera diwujudkan.
Di sisi lain, Dr. Mahathir Muhammad SE MM selaku Wakil Rektor UTI juga menambahkan bahwa UTI sudah memberikan pelatihan metaverse ke lebih dari 65 sekolah. Pelatihan ini disambut antusias oleh seluruh siswa, karena bukan hanya pemaparan materi, namun siswa mencoba langsung perangkat dan software Metaverse yang dibuat oleh mahasiswa UTI.
Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana kita bisa merasakan sesuatu saat kita berada di dunia maya? Tentunya Anda memerlukan perangkat yang dapat mengirimkan sinyal tersebut.
Katakanlah avatar Anda di dunia metaverse menyentuh mobil. Sementara itu, Anda memakai sarung tangan haptic di dunia nyata. Sarung tangan ini mengirim sinyal ke otak agar Anda bisa merasakan sentuhan.
Selain membutuhkan alat yang sesuai untuk mendukung operasi virtual, komponen perangkat lunak juga diperlukan. Perangkat lunak ini berguna untuk membuat skrip dan memahami gerakan, suara, dan bahasa Anda.
Dengan cara ini Anda dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang yang berbeda yang juga terlibat dalam dunia maya ini. Meskipun bersifat virtual, metaverse didesain menyerupai dunia nyata pada umumnya, seperti suasana seperti ruang kelas, apartemen, dll.
Pelatihan yang dihadiri oleh 350 mahasiswa UTI ini telah memberikan informasi dasar tentang prinsip dasar dan pilar teknis Metaverse.
Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan, mengelola, dan mendesain metaverse sesuai kebutuhan.
Peserta akan mempelajari cara menggunakan Unity 3D dan cara merancang dan membuat Augmented Reality (AR). Peserta juga dibekali pengetahuan dasar tentang Metaverse, alat desain dasar (Unity), dan keterampilan pemrograman.
Pelatihan ini mempersiapkan peserta untuk memperluas dan menerapkan pengetahuan mereka tentang Metaverse sehingga peserta memiliki wawasan tentang proyek Metaverse, Virtual Room, Video game, dan teknologi 3D. []
