Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Model Lampung Fanny Maharani: Dari Perenang ke Dunia Seni Peran Nasional

Model Lampung Fanny Maharani: Dari Perenang ke Dunia Seni Peran Nasional

Fanny Maharani. | Frans FX

Fanny Maharani. | Frans FX

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Cewek cantik berdarah Padang-Lampung ini bisa dibilang beruntung dalam dunia acting. Dua tahun lalu saat casting film “Wahana Rumah Hantu” ia termasuk yang lolos seleksi.

Bukannya mendapat peran yang pendukung, Fanny Maharani malah mendapat scene yang lumayan banyak. Sampai dengan seratusan scene ia mainkan di film besutan Anto Lupus itu.

Padahal, Fanny tak punya pengalaman sama sekali dalam dunia acting sebelumnya. Modalnya hanya terbiasa bergaya di depan lensa kamera fotografer.

Saat casting pun, ia yang biasanya dikawal ketat Mami, sapaan akrab ibundanya, malah datang bersama seorang kawan. Ia lolos casting, Kawannya tidak.

Baca: Fanny Maharani Gemes Sama Anak Zaman Sekarang, Sampai Mau Curhat Sama Wali Kota Terpilih

Dari pengalaman bermain film itulah Fanny memutuskan hendak total di dunia entertainment. Usai film ‘Wahana Rumah Hantu” itu ia sebetulnya banyak mendapat tawaran main di film lain. Namun, karena masih sekolah, Mami tidak membolehkan.

“Lulus SMA dulu biar ada ijazah dan bekal pendidikan memadai,” katanya hari ini kepada wartalampung.id.

Fanny mengatakan, pengalaman main film itu benar-benar menjadikannya dirinya memahami seluk beluk dunia film. Bagaimana berperan dengan baik, menjaga sikap di lokasi syuting, dimarahi sutradara, sampai bergaul dengan mereka yang lebih dulu matang di dunia hiburan ini.

Saat berperan dalam film “Wahana Rumah Hantu”. | Dokumentasi Pribadi

Fanny bilang, ia sering kena marah saat syuting. Sutradara pernah mendampratnya karena kurang total dalam bermain. Dari situ, Fanny paham bahwa mengerjakan sesuatu itu mesti dengan totalitas jika ingin sukses.

Ia juga sering menjadi bahan candaan bahkan kelewatan. Karena film bergenre horor dan ia mesti satu scene penuh bermain dengan pocong, Fanny mesti benar-benar menata sikapnya.

“Aku kan paling takut sama pocong. Eh sama yang lain aku malah diledekin begitu. Ya aku nangis lah. Tapi alhamdulillah bisa konsentrasi sampai scene selesai,” kata alumnus SMA Negeri 14 Bandar Lampung itu.

Fanny bisa belajar juga bagaimana orang lain berperan. Jika waktunya sedang tak take gambar, ia melihat syuting pemain lain.

“Anto Lupus langsung yang bilang ke aku supaya rajin mengamati pengambilan gambar scene lain yang aku gak ada di situ,” kata anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Fanny mengatakan, ia juga merasa terkejut dengan jumlah scene yang dimainkan padahal tergolong pendatang baru.

Dari situ kemudian ia mencoba memfokuskan diri di dunia acting.
Fanny bilang, lepas SMA ini ia akan ke Pare, Kediri, untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. Selepas itu, ia berencana mengambil kursus acting di Yogyakarta selama beberapa bulan dan kemudian hijrah ke Jakarta.

Fanny rupanya tidak setengah-setengah di dunia film ini.
“Aku mau total. Ya mau jadi artis. Papi dan Mami sudah oke. Yang penting sekarang aku kuasai bahasa Inggris dan kemampuan acting dengan baik,” kata dia.

Fanny juga tidak khawatir dengan dunia entertainment di Jakarta. Maminya sudah menitipkan ia kepada tantenya di Jakarta. “Aku enggak kos. Biar sama tante aja di Jakarta,” kata dia.

Fanny bercerita, dahulu ia perenang spesialis gaya kupu-kupu. Ia bahkan sudah masuk klub renang sejak SD sampai dengan SMP. Saat SMA ia mulai vakum karena sibuk dengan kegiatan pemotretan. Setiap kali menerima kerjaan, Maminya pasti menyertai.

Kadang ia merasa jengah juga karena merasa sudah remaja tapi masih dikawal ibunya. Tapi ada sisi baiknya karena dengan Maminya ada ia jadi dapat bahan evaluasi saat difoto atau bermain film.

Bersama Gubernur Lampung saat itu M Ridho Ficardo. | Dokumentasi keluarga

Saat menuntaskan syuting “Wahana Rumah Hantu” Maminya juga turut serta ke beberapa spot di Pulau Jawa selain lokasi syuting di Lampung dan Lembah Hijau.

Kadang Fanny tidak percaya diri dengan tinggi badannya yang tidak naik-naik. Terbilang pendek juga tidak sebetulnya. Ia renang pun selain untuk kesehatan dan prestasi, juga berharap tinggi badannya naik.

“Akhirnya karena enggak signifikan juga buat naikin tinggi badan, aku setop renangnya. Gak maulah aku, udah kulit kebakar, tinggi juga enggak, hehehe,” kata dia.

Yang jelas, kini Fanny sudah memantapkan diri menjadi artis Ibu Kota. Ia akan menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Soal nyinyiran orang, ia mengaku sudah kebal.

Lantaran jadi model, ia mengakui suka jadi perhatian. Dan buatnya itu adalah sebuah catatan tersendiri agar ia makin percaya diri.

Fanny terbilang punya modal lebih dari cukup menjadi artis. Badan bagus, wajah cantik, hidung bangir, dan terbiasa difoto.

Kita tunggu talenta asal Lampung ini bakal mewarnai jagat dunia hiburan Tanah Air. Tetap rendah hati ya, Fan. [Adian Saputra]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda