Berita Foto Advertorial

Mahasiswa PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Juara I Lomba Karya Ilmiah Penetas Telur Berbasis Internet of Things

Mahasiswa PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Juara I Lomba Karya Ilmiah Penetas Telur Berbasis Internet of Things

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. | Dok

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. | Dok

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia kembali menorehkan prestasi yang membanggakan dengan meraih juara I Lomba Karya Ilmiah dengan judul “Penetas Telur Berbasis Internet of Things” yang dilaksanakan di Universitas Brawijaya.

Pada lomba ini, mahasiswa membuat karya tulis ilmiah tentang Box Microgreen yang dapat membantu masyarakat perkotaan dalam menanam tanaman sehat.

Selain itu, teknologi berbasis Internet of Things ini juga mempermudah penggunanya dalam memantau suhu udara pada box microgreen.

Pengembangan teknologi ini yaitu berupa aplikasi (software) yang terintegrasi dengan alat (hardware) melalui jaringan internet, kompetisi diadakan di Universitas Brawijaya.

Team IoT Teknokrat yang bernama “Mantan” dalam kompetisi karya tulis ilmiah IoT 2022 diikuti oleh kampus negeri dan swasta seluruh indonesia yang memiliki 3 proses dimana tahap 1 berupa seleksi proposal kemudian dilakukan seleksi tahap 2 pengumpulan karya tulis ilmiah kemudian dilakukan tahap final.

Dengan motivasi yang kuat dari tim Sang Juara yaitu  Ryan Puji Cahyono, Nadiya Safitri, dan Muhammad Farhan dan motivasi dari pembimbing yaitu ibu Styawati, M.Cs serta dukungan dari Universitas Teknokrat Indonesia mahasiswa akhirnya membuahkan hasil menjuarai posisi ke-1 dengan urutan sebgai berikut.

Juara I: Tim Mantan dari Universitas Teknokrat Indonesia

Juara II: Elkasista28 dari Politeknik Angkatan Darat

Juara III: Climber Tracker Team dari Universitas Pendidikan Indonesia

Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengapresiasi prestasi ini. Ini bentuk dukungan konkret kampus terhadap pembinaan teknologi ioT di kampus.

Ia mengatakan, teknologi ioT mesti terus dikembangkan di kampus.

Selain mampu meraih prestasi dan meneguhkan eksistensi kampus, ini juga membuat kemajuan untuk Indonesia dari sisi teknologi.

Sebab itu, kata Mahathir, kampus menaruh perhatian besar terhadap teknologi ioT ini. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda