Berita Foto Advertorial

PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Pelatihan Penerapan Smart Village di Pekon Sukanegeri Jaya Talangpadang

PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Pelatihan Penerapan Smart Village di Pekon Sukanegeri Jaya Talangpadang

Universitas Teknokrat Indonesia menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Pekon Sukanegeri Jaya, Talangpadang, Tanggamus. | Dokumentasi

Universitas Teknokrat Indonesia menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Pekon Sukanegeri Jaya, Talangpadang, Tanggamus. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Talangpadang –  Universitas Teknokrat Indonesia menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Pekon Sukanegeri Jaya, Talangpadang, Tanggamus, Selasa, 23/8/2022.

Dalam kegiatan PKM desa binaan ini melakukan penerapan smart village untuk peningkatan pelayanan masyarakat dan peningkatan pendapatan Bumdes di Pekon Sukanegeri Jaya.

Adapun tim dosen PKM pada kegiatan ini meliputi Auliya Rahman Isnain, Dedi Darwis, Lia Febria Lina, dan Muhtad Fadli. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pekon Sukanegeri Jaya dan Kepala Bumdes serta melibatkan empat mahasiswa dari Prodi Sistem Informasi (SI) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yaitu Adzik Aulia, Rido Ferbiansyah, Inggit, dan Rafli.

Auliya mengatakan, semoga aplikasi yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa dapat memberikan kontribusi di kegiatan Kantor Pekon Sukanegeri Jaya dan Kantor Bumdes Sukanegeri Jaya.

“Terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Teknokrat, Universitas Teknokrat Indonesia serta LPPM yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan PKM kami,” kata Auliya.

Tujuan dari PKM ini mengubah paperless menjadi digital, mempercepat proses pendataan kependudukan dan pencarian data, serta meningkatkan pelayanan publik.

Dan aplikasi yang dibuat smart village untuk peningkatan pelayanan masyarakat dan peningkatan pendapatan Bumdes di Pekon Sukanegeri Jaya berbasis website.

“Pekon Sukanegeri Jaya memiliki beberapa kekurangan di bagian pelayanan di kantor Pekon Sukanegeri Jaya. Salah satunya adalah pelayanan surat-menyurat dan pencatatan kependudukan yang dilakukan secara manual. Oleh karena itu menyebabkan data penduduk dan surat yang pernah dibuat sulit ditemukan dan sering terjadi kehilangan data tersebut,” ucap Auliya.

Auliya berharap pengabdian kali ini bisa meningkatkan mutu pelayanan publik di desa itu. Dengan demikian, masyarakat akan merasakan keberadaan sistem smart village tersebut. Hal yang paling sering adalah masyarakat ke depan mudah dalam mengurus surat-menyurat.

Auliya menjelaskan, Teknokrat berkomitmen membantu kemajuan desa tempat pengabdian mereka.

Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menambahkan, pengabdian ini juga bertujuan agar tidak ada kesenjangan penerapan teknologi di masyarakat. Khususnya di desa-desa. Ia ingin pengabdian ini berdampak signifikan terhadap mutu layanan di desa terhadap masyarakatnya. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda