Berita Foto Advertorial

PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan E-Library SMK Bina Latih Karya

PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan E-Library SMK Bina Latih Karya

Pengabdian Teknokrat di SMK Bina Latih Karya. | Dokumentasi

Pengabdian Teknokrat di SMK Bina Latih Karya. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Akreditasi, sekolah merupakan faktor strategis yang menentukan kelayakan program dalam penyelenggaraan pendidikan bagi sekolah.

Terakreditasinya suatu sekolah dapat memberikan orientasi dan motivasi bagi sekolah tersebut untuk terus melaksanakan penjaminan mutu serta peningkatan mutu.

Selain itu, melalui akreditasi ini masyarakat dapat menerima informasi tentang kualitas sekolah terkait proses pendidikan yang dilaksanakan.

Hal ini dapat dikaitkan dengan pencapaian standar nasional pendidikan. Pada pelaksanaannya kegiatan akreditasi memerlukan verifikasi terhadap kondisi sekolah yang sebenarnya untuk memastikan bahwa sekolah yang telah terakreditasi mampu memenuhi syarat minimal (compliance) dari proses pembelajaran.

Masukan siswa, sarana dan prasarana, infrastruktur, dan lain-lain menjadi persyaratan untuk meningkatkan nilai akreditasi. Selain itu, kepuasan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran untuk memotivasi belajar juga bisa menjadi ukuran.

Hal tersebut dapat dicapai salah satunya adalah melalui implementasi teknologi informasi pada layanan sekolah.

Sayangnya, sebagian besar lembaga pendidikan atau sekolah yang ada belum menawarkan layanan yang berbasis teknologi. Salah satu penerapan yang dapat dilakukan sebagai layanan berbasis teknologi pada lembaga pendidikan adalah adanya penerapan sistem e-library atau sistem informasi perpustakaan.

Pembangunan perpustakaan sekolah sendiri merupakan masalah yang kompleks, karena menyangkut berbagai aspek serta dimensi dan melibatkan banyak sekali pihak menggunakan masalah yang saling terkait.

Hal tersebut sejalan dengan desentralisasi pendidikan, pembangunan Perpustakaan Sekolah perlu diupayakan untuk dapat dilaksanakan secara bertahap, bersiklus, sistematis dan terkoordinasi.

Menurut Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003, pembangunan pendidikan harus mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas untuk dapat meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan, kualitas dan relevansi pendidikan serta meningkatkan efisiensi serta efektivitas pelayanan pendidikan.

SMK Bina Latih Karya Bandar Lampung yang didirikan pada tahun 2003 dan beralamatkan di Jalan Sentot Ali Basya Nomor 14 Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung, memiliki misi yang salah satunya “Terbangunnya karakter peserta didik yang memiliki sikap kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi”.

Untuk itu, penerapan teknologi pada layanan perpustakan dirasa mampu membantu pencapaian misi tersebut.

Universitas Teknokrat Indonesia mengutus tim untuk melakukan implementasi iptek yaitu penerapan sistem e-library pada SMK Bina Latih Karya. Tim tersebut terdiri dari 4 orang dosen yaitu Ajeng Savitri Puspaningrum, M.Kom, Dian Pratiwi, M.T., Erliyan Redi Susanto, M.Kom., dan S.Samsugi, S.Kom., M.Eng. serta 5 orang mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.

Sistem dibangun menggunakan Senayan Library Management System (SLiMS) yang terkoneksi pada jaringan internet sehingga pustawan lebih mudah mengelola sirkulasi buku dan pendataan anggota.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), tim dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia melakukan penerapan sistem e-library serta pelatihan pelatihan penggunaan sistem bagi pustakawan pada Rabu, 18/5/2022.

Dalam kegiatan ini, pihak SMK Bina Latih Karya sangat berperan aktif dengan memberikan informasi dan data yang dibutuhkan untuk merencanakan kebutuhan yang perlukan dalam pembuatan sistem e-library serta kooperatif dengan memberikan masukan terhadap sistem e-library yang diterapkan dan pelatihan yang diberikan bagi pustakawan yang akan menggunakan sistem tersebut.

Kegiatan ini dilakukan dengan harapan adanya peningkatan layanan bagi siswa serta pengelolaan perputakaan yang lebih efektif dan efisien.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengatakan, penerapan sistem ini akan membantu sekolah untuk kemudahan literasi. Dengan panduan dari Teknokrat, sekolah ini bisa menyelenggerakan sistem perpustakaan sehingga mudah diakses.

Mahathir menjelaskan, literasi ke depan menemui tantangan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi. Dengan sistem ini, sekolah memudahkan guru dan siswa dalam mengakses kebutuhan literasinya.

Mahathir ingin, semua sekolah yang menjadi binaan Teknokrat bisa didorong agar punya sistem ini dengan baik. Ia mendorong tim dosen dan mahasiswa untuk mensosialisasikan sistem ini. Sehingga banyak sekolah terbantu dunia literasinya. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda