Lucky Putra Dharmawan. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Eternal Dream Studio, satu-satunya startup game di Lampung, terpilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia di ajang pameran game Korea Selatan, Indie Craft, yang akan diadakan secara daring, 26-29 Mei 2022.
Indie Craft merupakan salah satu ajang pameran game se-Asia yang diadakan Korean Mobile Games Association secara daring.
Asosiasi Game Indonesia (AGI) bekerja sama dengan Korean Mobile Games Association untuk menyaring dan merekomendasikan perusahaan game dari Indonesia yang mendaftar di Indie Craft.
Dari puluhan pendaftar, terpilihlah 8 perusahaan game lokal untuk mewakili Indonesia di ajang ini. Selain memamerkan karya, pada event ini juga akan ada sesi pertemuan dengan calon game publisher dan investor dari seluruh dunia.
Eternal Dream Studio akan memamerkan game andalannya, Menggapai Matahari (The Sun Shines Over Us), yang dalam pembuatanya berkolaborasi dengan Niji Games.
Gim ini mengangkat isu kesehatan mental remaja dan pemulihan korban perundungan (bullying) di sekolah. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia, Menggapai Matahari telah dirilis pada 10 Oktober 2021 dan dapat diakses melalui Google Play Store dan App Store di seluruh dunia.
Menggapai Matahari mengambil latar sekolah swasta di Jakarta dan berfokus pada cerita karakter Mentari sebagai korban perundungan dengan PTSD dari sekolah lamanya.
Mentari kemudian bertemu dengan karakter-karakter remaja lain yang unik dan memiliki masalah pribadinya masing-masing.
Mereka semua memiliki respons berbeda terkait dengan kondisi mental Mentari. Beberapa kondisi mental lain juga diangkat melalui karakter dalam Menggapai Matahari seperti ADHD, eating disorder, dampak broken home, dan lainnya.
Sejauh ini game Menggapai Matahari sudah mendapatkan beberapa penghargaan, seperti 190 ribu download di Google Play Store dan AppStore tanpa marketing.
Kemudian, di-featured beberapa kali di Google Play Store. Di antaranya Game Top Berbahasa Indonesia, New Indie Spotlight dan Games from Southeast Asia.
Kemudian menjadi Best Indonesian Mobile Games (nominasi) dan Best Indonesian Art Direction (nominasi) pada acara The Lazy Game Awards yang diselenggarakan The Lazy Monday.
Lalu mendapatkan penghargaan di Indienesia 2022 oleh Binus Game Development Club sebagai Best Sound, Best Story dan 2nd Game of The Fest.
“Semoga dengan mengikuti event internasional seperti ini, kami bisa mendapatkan banyak ilmu dan koneksi yang akan sangat berguna kedepannya untuk pengembangan perusahaan. Selain itu, kami sebagai developer lokal dan asal Lampung berharap bisa memberikan inspirasi dan dampak kepada ekosistem game industri lokal dan Indonesia,” tutur Lucky Putra Dharmawan, pendiri dan CEO Eternal Dream Studio.
Sebelumnya, Eternal Dream Studio juga pernah terpilih dan berkesempatan untuk mengikuti beberapa ajang nasional dan internasional, antara lain:
Game Prime, ajang pameran game lokal seluruh Indonesia.
Indigo Game Startup Incubation, inkubasi startup game oleh Telkom Indonesia.
Southeast Asia Game Awards by Level Up KL Malaysia, acara penghargaan untuk game se-Asia Tenggara.
Indienesia 2022 oleh Binus, pameran game lokal Indonesia melalui Discord Server.
Untuk informasi lebih lanjut terkait Eternal Dream Studio, silakan menghubungi kontak berikut ini, Eternal Dream Studio Facebook, Eternal Dream Studio Instagram, Eternal Dream Studio Twitter, Eternal Dream Studio Discord Community Server. []
