Universitas Teknokrat Indonesia mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sidosari, Lampung Selatan. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sejumlah dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). PKM kali ini yaitu mengadakan pelatihan aplikasi Canva desa binaan di Desa Sidosari, Lampung Selatan.
Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia.
Kegiatan kali ini dilaksanakan dalam dua pertemuan. Kunjungan pertama tim PKM melakukan sosialisasi dan menggali kebutuhan dari Desa Sidosari, Lampung Selatan.
Pada kunjungan kedua ini, tim dosen dan mahasiswa memberikan materi penerapan desain menggunakan aplikasi Canva yang bertujuan untuk meningkatkan exsistensi media sosial pemerintahan Desa Sidosari, Lampung Selatan.
Serta meningkatkan eksistensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dimiliki warga Desa Sidosari. Di sini banyak warga Desa Sidosari memiliki usaha sebagai mata pencarian mereka.
Hal ini sangat penting untuk mereka agar bertambahnya exsistensi usaha mereka. Dengan menggunkan media sosial sebagai media eksistensinya.
Aplikasi Canva adalah aplikasi desain grafis online yang mudah untuk digunakan tanpa harus menguasai kemampuan desain secara menyeluruh.
Tak hanya itu, Canva juga dapat diakses melalui perangkat desktop maupun mobile. Dengan demikian, kita dapat berkreasi kapan pun dan di mana pun.
Aplikasi Canva dikenal sebagai aplikasi desain grafis yang dikenal dengan kemudahan penggunaannya. Namun, keunggulan Canva dibandingkan aplikasi lainnya tak hanya itu.
Ada berbagai macam desain yang bisa diciptakan dengan aplikasi ini. Berbagai karya yang bisa diciptakan menggunakan aplikasi ini, di antaranya logo, poster, banner, konten media sosial, persentasi, desain kemasan produk, dan lainnya.
Aplikasi desain ini sebenarnya memiliki versi berbayar dan gratis. Akan tetapi, pengguna sudah dapat menikmati berbagai fitur dengan hanya menggunakan versi yang gratis karena aplikasi ini menyediakan template dan ikon gratis.
Dalam pelatihan kali ini, diberikan pelatihan pembuatan desain untuk sosial media terutama bagi pemasaran media sosial. Pemasaran media sosial adalah ilmu yang mencakup pembuatan konten pada platform yang sudah dikenal di masyarakat, pengukuran metrik, dan keterlibatan yang berkelanjutan dengan para pengikut untuk memenuhi tujuan pemasaran yang ditetapkan.
Platform media sosial yang paling terkenal saat adalah Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, Twitter, dan Pinterest. Untuk pelatihan di Desa Sidosari dilakukan pelatihan media sosial Instagram.
Seluruh peserta baik dari aparatur desa maupun UMKM di Desa Sidosari diberikan pelatihan yang nantinya membantu mereka mendesain Instagram bagi kebutuhan sehari-hari.
Sehingga diharapkan dengan pelatihan ini, aparatur desa dan pelaku UMKM di Desa Sidosari dapat menarik warga desa maupun pelanggan mereka melalui desain-desain yang menarik di sosial media mereka.
Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Qadhli Jafar Adrian, BMM., MIT., Akhmad Jayadi, S.Kom., M.Cs., Jaka Persada Sembiring, S.Kom., M.Cs., dan Novia Utami Putri, ST, MM.
Dalam kegiatan pelatihan tersebut dosen didampingi oleh mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yaitu Ade Rahman, Ahmad Amiruddin, Ade Nurmawan, Indra Prayogi, I Wayan Sudana, Okky Adi Darmawan, Yohannes Christian Sinaga, Ika Septiana, dan Waldy Romadhona. Mereka berasal dari Program Studi S1 Sistem Informasi dan S1 Teknik ELektro.
Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Desa Sidosari Zurkurniain Ritonga.S.Kom. Ia menyampaikan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva.
Pasalnya, banyak warga desa yang memiliki UMKM sehingga mereka antusias sekali dengan pelatihan desain ini.
“Kami bisa mendesain logo produk sendiri. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Sidosari,” ujarnya.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik pelatihan ini. Ia menilai pelatihan praktis semacam ini sangat berguna bagi warga.
Ia mengatakan, aplikasi memudahkan warga dalam keseharian. Namun, banyak warga yang belum mahir menggunakan. Dosen dan mahasiswa Teknokrat membantu warga meningkatkan keterampilan menggunakan aplikasi.
Dengan demikian, produk UMKM mereka bisa diketahui warganet lainnya. Ini diharapkan berdampak pada omzet penjualan barang dan jasa yang mereka hasilkan. []
